TRANS SULTENG - Donggala, Kepala Dinas (Kadis) Sosial Kabupaten Donggala Muhammad saat ditemui diruang kerjanya Senin (14/12/2020) terkait data warga miskin di Donggala. 


Muhammad mengatakan ,memperbaiki data warga miskin yang dinilainya carut marut sehingga menimbulkan gejolak di tingkat bawah. Salah satu yang menjadi fokusnya adalah data BPJS Kesehatan yang selama ini menjadi perbincangan.


“Dinsos selalu disoroti ,utamanya jika menyangkut kepentingan masyarakat luas ,makanya kami ingin memperbaiki dinas ini dengan inovasi dan ini yang kami lakukan ,untuk data BPJS kami lakukan up date data setahun empat kali ,”tegasnya.


Muhammad pun menjelaskan ,ia juga telah berkonsultasi dengan kementerian Sosial terkait dengan BPJS Kesehatan.


“Hasilnya Kementerian Sosial siap menanggung sebanyak 5.000 lebih warga yang masuk dalam daftar BPJS. Selain Pusat ,Provinsi juga membantu dalam hal penanganan BPJS ,”kata Kadis Sosial Muhammad.


“Data kita ada lima puluh satu ribu jiwa yang kartu BPJS dinonaktifkan sejak bulan juli 2020. Itupun sampai Desember saja ,nah untuk tahun depan Kementerian Sosial sudah menyepakati dari lima puluh satu ribu jiwa penerima BPJS ,Kemensos mengambil lima ribu lebih untuk diarahkan ke BPJS yang ditanggung Pusat ,”tuturnya.


Muhammad menambahkan ,bahwa Provinsi telah dua kali meminta ke kami data BPJS ,hasilnya pertemuan pertama Provinsi membantu tujuh ribu warga dari 51 ribu jiwa ,kemudian pertemuan kedua terbantu lagi dua ribu lebih. Artinya jika awalnya data warga penerima BPJS yang dinonaktifkan lima puluh satu ribu jiwa kemudian mendapat bantuan dari Kementerian Sosial dan Provinsi ,maka data lima puluh satu ribu berkurang dan beban APBD kita Tahun 2021 untuk membiayai BPJS akan menurun ,jelasnya.  

Foto : SYAMSIR  

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama