TRANS SULTENG - Parigi Moutong, Pengisian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis premium untuk kendaraan pribadi maupun umum di SPBU Kecamatan Bolano Lambunu, diduga kuat di kuasai pihak tertentu yang mencari keuntungan pribadi.


Diduga ada oknum aparat keamanan dan pihak SPBU yang “bermain” dalam proses distribusi bahan bakar minyak (BBM) di  SPBU Jalan trans sulawesi, desa lambunu. 


Hal ini diungkap oleh salah satu masyarakat, Parni Subhana  saat dihubungi wartawan usai melakukan protes, Senin (28/12/2020).


Pernyataan itu diutarakan setelah usai melakukan protes ke pihak SPBU lambunu yang tak kunjung mendapatkan solusi.


Selain itu juga, ini menjadi alasannya mengenai adanya dugaan oknum aparat dan phak SPBU yang terlibat.


“Kita menduga, ada permainan di sana (SPBU Lambunu). Ada juga oknum-oknum aparat dan pihak SPBU  yang bermain, sehingga terjadi pengrusakan fasilitas SPBU yang berbuntut pada penangkapan 2 oknum masyarakat lambunu yang melakukan pengrusakan," ungkap Parni Subahana yang juga anggota  lembaga pemerhati khusus nasional republik indonesia (LPKN RI).


Sementara itu pemilik SPBU Lambunu yang kerap di sapa Ko Beny  membantah ada permainan di SPBU  yang dia pimpin.


Menurutnya, pihak SPBU sudah memenuhi syarat dan ketentuan sesuai peraturan perundang-undangan  yang berlaku yakni  UNDANG-UNDANG  REPUBLIK INDONESIA  NO 22 tahun2001 tentang minyak dan gas dan  Peraturan Presiden (PERPRES) no 191 tahun 2014 tentang penyediaan pendistribusian dan harga jual eceran bahan bakar minyak .


“Untuk daerah lain yang tidak ada lembaga penyalur, presiden menerbitkan peraturanya , namanya perpres (peraturan presiden) no 191 tahun 2014, di mana daerah yang belum ada lembaga penyalurnya boleh beli di SPBU terdekat setelah memiliki  rekomendasi dari kepala desa, lurah atau camat setempat," kata Beny saat di hubungi via telpon genggam Senin (28/12/2020).


Beni juga menambahkan mereka yang membeli punya rekomendasi.


"Masa saya tolak, ini dari 2001 sudah 19 tahun ini undang-undang di berlakukan,"tutupnya.

2 Komentar

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama