TRANS SULTENG -  Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Kabupaten Donggala Aritatriana saat dimintai keterangan terkait kasus kekerasan seksual yang terjadi di Kabupaten Donggala pada Tahun 2020 ini.  Kadis P3A Aritatriana mengatakan kasus kekerasan seksual di Indonesia masih cukup banyak terjadi khususnya di Kabupaten Donggala.


“Angka ini menjadi lebih tinggi pada anak perempuan ,dimana kasus tersebut pada anak perempuan mengalami total 20 kasus ,”kata Kadis P3A Aritatriana saat dihampiri para wartawan dihalaman kantor DPRD Donggala Senin sore (14/12/2020) usai menghadiri kegiatan Banggar belum lama ini.


Dijelaskannya ,berdasarkan data Survei di tiga Kecamatan diantaranya yaitu Labuan ,Sirenja ,Balaesang dan Sojol yang meningkat secara signifikan mengalami kekerasan fisik/seksual naik seratus persen dibandingkan tahun 2019 lalu.


Dikatakannya lagi ,Berdasarkan data simfoni PPA dari 01 Januari 2020 hingga Desember 2020 menunjukkan kasus kekerasan terhadap perempuan dewasa tiga kasus pada kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan tujuh belas kasus kekerasan pelecehan seksual dibawah umur.


“Ditahun 2020 ini kasus kekerasan terhadap perempuan naik seratus persen ,dibandingkan dengan tahun 2019 lalu hanya sepuluh kasus ,hal ini menunjukkan bahwa jumlah kekerasan seksual terbanyak dialami oleh perempuan dibawah umur ,Kadis P3A berpesan harus giat melakukan edukasi kepada mereka ,”tuturnya.


Disamping itu ,Kadis P3A Aritatriana dalam laporannya mengajukan penambahan anggaran dalam Banggar DPRD Donggala ,untuk menambahkan anggaran perjalanan dalam Daerah.


“Kami dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak ,meminta kepada Banggar untuk ketambahan anggaran perjalanan daerah ,agar kami giat melakukan sosialisasi dan edukasi kepada anak-anak perempuan ,”pungkasnya. (Syamsir)    

Foto : Syamsir



Post a Comment

Lebih baru Lebih lama