TRANS SULTENG - MOROWALI,Kasus dugaan tindak pidana korupsi pada Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kabupaten Morowali terus dilakukan pemeriksaan lanjutan sejak hampir setahun terakhir.



   Saat ini, Subdit III Tipidkor Direktorat Reskrimsus Polda Sulawesi Tengah tengah melakukan penyelidikan terkait dugaan tindak pidana korupsi dana insentif retribusi IMB tahun 2017, 2018, dan 2019 yang dikelola pada Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTS) Kabupaten Morowali.



   Kasus tersebut mulai diributkan saat para staf DPM-PTS Kabupaten Morowali melakukan aksi penyegelan menggunakan pamflet di depan pintu kantor itu dan memprotes sang Kepala Dinas yang masih dijabat oleh Sitti Asma Ul Husna Syah.



   Kasus itu berlanjut ke Mapolres Morowali karena saat dilakukan mediasi antara staf dengan Kepala DPM-PTSP, Asisten II, dan Asisten III, disebut-sebut ada ketersinggungan dari Kapolres.

Akan tetapi saat ditanyakan kepada Kapolres Morowali Utara karena kala itu kasus masih ditanganainya, AKBP Bagus Setiawan mengatakan belum mengetahuinya, dan memilih untuk mendalami serta melanjutkannya ke Polda Sulteng.



   Kapolres Morowali, AKBP Bayu Indra Wiguna pun yang belum lama dilantik setelah terpisah dengan Polres Morowali Utara, juga mengaku tidak pernah merasa tersinggung karena belum mengetahui pasti peristiwa itu.



   Sedangkan dalam audit yang dilakukan oleh Inspektorat Kabupaten Morowali, menurut keterangan Inspektur, Afridin kepada media ini pada tanggal 24 Januari 2020 tahun lalu, merinci ada sekitar Rp2,7 Milyar hasil temuannya. "Yang kami catat dalam dua tahun terakhir, tapi sifatnya sementara adalah berkisar Rp2,7 Milyar, pada tahun 2018 itu sekitar Rp900 juta, dan 2019 terbagi dua, pada triwulan satu dua dan tiga, di situ ada selisih penerimaan yang tidak diberikan kepada orang yang berhak menerima sebesar Rp1,1 Milyar dan yang triwulan empatnya sebesar Rp566 juta" ungkap Afridin dikutip dari pemberitaan kailipost.com edisi Senin, 27 Januari 2020.



   Dalam kelanjutan kasus tersebut, sesuai informasi yang diperoleh media ini, Ditreskrimsus Polda Sulteng akan kembali memanggil satu orang saksi lagi, yakni inisial "A" selaku Panitia HUT guna permintaan klarifikasi berdasarkan Surat bernomor : B/95/I/2021/Ditreskrimsus, yang dijadwalkan pada Hari Jum'at (22/01/2021) lusa di Mapolsek Bungku Tengah.



   Sejauh ini, Kanit II Subdit III Tipidkor Ditreskrimsus Polda Suteng, AKP Aditya Pandita Wibisono, SIK, yang dikonfirmasi pada Rabu (20/01/2021) mengenai jumlah saksi yang telah dimintai keterangan terkait kasus tersebut, dan status mantan Kepala DPM-PTSP Kabupaten Morowali, Sitti Asma Ul Husna Syah yang kini menjabat Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Morowali, belum dapat memberikan jawaban karena masih akan berkoordinasi dengan pimpinan.



   Terpisah, Kabid Humas Polda Sulteng, Kombes Pol Didik yang coba dikonfirmasi via pesan Whats App, Rabu (20/01/2021) terkait kelanjutan kasus tersebut juga belum memberikan jawaban. BAMS

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama