TRANS SULTENG - Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia. Mereka adalah ujung tombak perputaran ekonomi dalam negeri.


Namun semenjak masa pandemi Covid-19 melanda, banyak para pelaku UMKM yang mengeluhkan pendapatannya yang kian menurun.


Seperti halnya Ibu Sri (65) Warga Jl. Sungai manonda Rt 2 Rw 2 yang merupakan seorang pedagang makanan di Taman Gor, ia sudah berjualan sejak tahun 2018 hingga saat ini. Di masa pandemi ini ia mengatakan pendapatannya menurun hingga 75%


"Kalau sebelum pandemi pendapatannya ya bisa setengah modal kayak misalkan kita modal 500 ribu itu hasil jualannya bisa sampai 1 juta. Tapi semenjak pandemi ini bisa di katakan turun sampai 75% sehari kadang cuman dapat 200 ribu saja.



Ia juga mengatakan bahwa kendalanya selama berjualan di masa pandemi ini adakah kurangnya para pelanggan yang datang hal ini di karenakan orang-orang memilih untuk di rumah saja dan memasak di rumah. Meskipun demikian di akhir tahun 2020 tepatnya bulan desember pendapatannya mulai naik namun memasuki januari 2021 pendapatannya kembali menurun. Iya juga menegaskan bahwa dari awal pandemi hingga saat ini dirinya belum pernah mendapatkan bantua apapun dari pemerintah


"Kemarin waktu desember pendapatan sudah maulai naik tapi pas masuk tahun baru di bulan ini khususnya itu pendapatan kembali menurun. Dan dari awal pandemi sampai sekarang saya belum dapat bantuan dari pemerintah.



Sri juga berharap kepada pemerintah agar membantu para pedagang-pedagang kecil dan lebih memperhatikan orang-orang kecil dan bisa lebih adil lagi dalam memberikan bantuan untuk masyarakat.


Reporter: IDY

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama