TRANS SULTENG - Di akhir tahun 2020 masih dalam masa pandemi Covid-19, satu fasilitas kesehatan baru di wilayah kepulauan Kabupaten Morowali secara resmi difungsikan.



   Pengresmian pemfungsian Puskesmas non perwatan Tanjung Harapan Kecamatan Menui Kepulauan tersebut dilaksanakan pada hari Selasa (29/12/2020) lalu, oleh Bupati Morowali Kabupaten Morowali.



   Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Morowali, Ashar Ma'ruf yang dikonfirmasi Minggu (03/01/2021) mengatakan bahwa Puskesmas tersebut menghabiskan anggaran sebesar Rp3 Milyar yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2018.



   Di Puskesmas itu kata Ashar, akan ditempatkan sejumlah personil. "Kita akan tempatkan 1 orang dokter umum, 5 tenaga perawat, 5 bidan, 3 orang staf administrasi, tenaga Motoris Puskesmas keliling, Satpam, dan petugas kebersihan, yang akan diangkat melalui tenaga kontrak daerah atau Pegawai Tidak Tetap (PTT) tahun anggaran 2021, secepatnya akan terisi semua" katanya kepada media ini, Minggu (03/01/2021).



   Bupati Morowali, Taslim berharap agar masyarakat sekitar yang selama ini jauh dari fasilitas kesehatan, bisa memanfaatkan Puskesmas tersebut sehingga untuk mendapatkan pengobatan tidak lagi harus menempuh jarak yang jauh, apalagi di masa pandemi seperti saat ini. "Syukur Alhamdulillah tidak jauh-jauh lagi masyarakat datang berobat, apalagi masih dalam masa pandemi ini, semoga Puskesmas ini dapat dimanfaatkan dengan baim" ucapnya.



   Puskesmas non perwatan Tanjung Harapan itu sendiri memiliki wilayah kerja 14 desa ( 10 desa dari wilayah Kecamatan Menui Kepulauan, dan 4 desa dari wilayah Kecamatan Bungku Selatan).



   Terkait perkembangan kasus terkonfirmasi positif dari data tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Morowali, Ashar mengatakan, jumlah total komulatif hingga tanggal 2 Januari 2020 sebanyak 751 kasus, dengan rincian, sembuh 325 orang, meninggal dunia 12 orang, yang masih aktif 414 orang, isolasi di RSUD Morowali 21 orang, dan yang menjalani isolasi mandiri sebanyak 393 orang.



   Sampai saat ini, belum ada keputusan apakah di Morowali akan diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) terbatas atau tidak, meskipun pertambahan kasus terkonfirmasi positif semakin meningkat.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama