TRANS SULTENG - Parigi Moutong,Ratusan warga Desa Sumber Agung, Kecamatan Mepanga, Kabupaten Parigi Moutong,Rabu (20/1/2021) pagi mendatangi Kantor Desa Sumber Agung untuk menggelar aksi unjukrasa. Mereka menuntut kepala desa segera mengundurkan diri dari jabatannya.


Dalam aksinya mereka mempersoalkan dugaan perselingkuhan kepala desa berinisial "BM" dan beberapa persoalan pengelolaan keuangan Desa maupun sikap Kepala Desa yang dinilai arogan dan tidak menerima pendapat warganya.


Ulah oknum kades dinilai meresahkan bahkan telah mencoreng harkat dan martabat masyarakat. 


"Kami minta Kepala desa, segera mengundurkan diri dari jabatannya, karena tidak memberi contoh yang baik kepada masyarakat, kami tidak mau di pimpin oleh Kepala Desa yang di duga kuat melakukan perselingkuhan dengan aparatnya sendiri, tindakan ini sudah melebarluas dikalangan masyarakat dan sangat meresahkan masyarakat," tegas Koordinator Lapangan (Korlap) Aliansi Masyarakat Peduli Sumber Agung (AMPSA) berinisial BAL.


Menurutnya, perilaku oknum Kades dimaksud tidak bisa dimaafkan. Karena tindakannya menyangkut watak dan tabiat seorang yang tidak bisa dibiarkan untuk menjadi seorang pemimpin.



“Beliau adalah pejabat publik.Harusnya menjadi suri teladan dan contoh bagi masyarakat sehingga yang kami kejar bukan tindak pidananya melainkan adalah norma etika, norma sosial maupun norma agama yang patutnya dicontohkan seorang pemimpin,"tegasnya.


Ia juga menambahkan " keyakinan kami semakin kuat setelah kami mengetahui bahwa Kades kami menyewa kamar Kos di Desa Kotaraya induk. Tentunya ini akan menimbulkan kecurigaan dan tanda tanya besar,"ujarnya.


Sementara itu Kepala Desa Sumber Agung secara tegas menolak permintaan aliansi masyarakat peduli Sumber Agung (AMPSA) untuk pengunduran dirinya dari jabatannya. Bahkan menantang untuk dibuktikan secara hukum.


“Kumpulkan bukti yang ada kemudian silakan tuntut kami, kami siap ke jalur hukum," katanya.


Ia juga membenarkan penyewaan kamar KOS di Kotaraya Induk untuk kepentingan bisnis.


"Penyewaan kamar Kos tersebut di jadikan tempat pertemuan dengan rekan bisnis," katanya.



Sekcam Mepanga, H. Moko Ariyanto, S.H terkait tuntutan pengunduran diri Kepala Desa, dirinya menerangkan 

“Bahwasanya jabatan kepala desa itu yang melantik adalah pak bupati artinya apa, di cabut atau tidaknya kepala desa dari jabatannya adalah kewenangan bupati.Logikanya saya selaku Sekcam atau camat sekalipun tidak punya otoritas untuk menghentikan roda pemerintahan kepala desa, itu semua ada di tangan bupati,”ujarnya panjang lebar.


Lanjut Ariyanto “kalau Badan Permusyawaratan Desa (BPD) sudah mengajukan berdasarkan bukti-bukti yang ada kemudian BPD juga menyampaikan permohonan kepada Bupati agar kiranya selama proses penelusuran dan proses hukum berlangsung ini pemerintah desa sumber agung di Pjs-kan Sementara dan bupati mengizinkan kami dari pemerintah kecamatan akan melaksanakan karena kami hanya perpanjangan tangan dari pemerintah daerah,"pungkasnya.


Penulis : AL

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama