Akris : Tanpa Rekening Dana Stimulant Tidak Bisa Diproses, Soal Buku Rekening Kosong Jangan Tanya BPBD ,Tanya Pihak Bank



TRANS SULTENG - DONGGALA, Penerima manfaat Dana Stimulant tanpa buku rekening bisa dicairkan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Donggala diduga ada kerjasama oleh pihak Bank.


Seperti penyaluran bantuan rumah rusak sedang di wilayah Kecamatan Sindue Tombusabora Donggala pada Januari 2021 bulan kemarin ,penyintas korban bencana 28 September 2018 silam ,sekitar ratusan masyarakat penerima manfaat membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) untuk pencairan di Kantor Kecamatan tersebut.


Dari hasil investigasi timliputan ,ditemukan sekitar ratusan penerima manfaat tersebut menerima dana sebesar 25 juta ,tanpa membawa buku rekening.


Sementara itu ,ada sebagian warga penerima manfaat yang memiliki rekening tidak dapat di cairkan ,dengan alasan ada kesalahan di Nomor Induk Kependudukan (NIK).


Salah satu warga penerima manfaat di Kecamatan Sindue Tombusabora saat membeberkan kejadian tersebut kepada media mengatakan “Dana tersebut telah kami diterima di tanggal 06 Januari 2021 bulan kemarin ,hanya membawa KTP saja dana tersebut sudah dicairkan ,”ucapnya.


Dikatakannya lagi ,setelah menerima dana stimulant itu ,mereka dibagikan rekening pada tanggal 15 Januari ,persamaan dengan penerima rumah rusak berat.


“Setelah kami terima dan tersebut ,satu minggu kemudian baru kami dibagikan buku rekeningnya ,”terangnya.


Dengan Hal yang sama ,salah satu warga dari Kecamatan tersebut juga mengatakan ,selama dua tahun kami menunggu dana stimulant dari pemerintah ,Alhamdulillah dana tersebut dicairkan pada 06 Januari 2021 bulan kemarin di Kantor Kecamatan hanya membawa KTP.


Sementara itu ,Kepala BPBD Donggala ,Akris Fattah Yunus saat dikonfirmasi pada Kamis (05/02/2021) terkait dengan hal itu membantah bahwa dana stimulant tidak dapat dicairkan jika tidak disertai dengan buku rekening.


“Tanpa membawa buku rekening dana tersebut tidak dapat dicairkan oleh pihak Bank ,”jelasnya.


Ditanya lagi soal rekening kosong yang yang diterima kepada korban bencana tersebut di Dusun Dua Batusuya Goo Kecamatan Sindue Tombusabora Donggala ,Akris mengatakan ,Pihaknya telah menyalurkan bantuan dana stimulant kepada para korban ,dan penyaluran tersebut telah mencapai Sembilan puluh tujuh persen.


Menurut Akris ,dana stimulant kini tersisa sekitar sepuluh miliar lebih dari 516 Miliar. Dan dana yang tersisa itu akan di salurkan pada tahun 2021 ini.


“Jadi kami sudah salurkan tahap satu dan tahap dua dan itu kita mulai sejak 2019 sampai tahun 2020 lalu ,dan disitu sudah mencapai 97,82 persen ,tinggal 2,8 persen lagi yang belum selesai ,”terangnya.


Sementara fakta dilapangan ,proses penyaluran dana stimulant di Kabupaten Donggala masih terdapat ribuan korban yang belum menerima seratus persen untuk rumah rusak berat ,sedang ,dan ringan.


“Kalau untuk rekening kosong jangan Tanya ke kami ,Tanya ke pihak Banknya ,kenapa dana tersebut belum masuk kerekening si penerima manfaat ,”jelas Akris ,saat ditemui Jumat sore (05/02) diruang kerjanya.


Secara terpisah ,para korban si penerima manfaat tersebut belum lama ini mendatangi Bank BPD (Sulteng) Cabang Donggala ,dan menanyakan terkait dana stimulant belum masuk ke rekening mereka.


“Dana Stimulant kami belum masuk pak (ucap si penerima manfaat kepada wartawan) ,kami sudah mendatangi pihak Bank ,kata pihak Bank ,dana mereka tidak mencukupi ,jadi kami disuruh datang lagi senin besok ,”kata penyintas korban bencana gempa bumi ,tsunami ,dan likuifaksi pada 28 September 2018 silam.**(Syamsir)**    

Post a Comment

To be published, comments must be reviewed by the administrator *

Lebih baru Lebih lama
Post ADS 1
Post ADS 1