TRANS SULTENG - DONGGALA, Sebelumnya Banjir yang terjadi di Desa Saloya Kecamatan Sindue Tombusabora Kabupaten Donggala pada Senin 01 Januari 2021 kemarin ,mengakibatkan jembatan penghubung Desa Tibo dan Saloya nyaris terputus.


Selain jembatan ,puluhan rumah juga terendam banjir diakibatkan air sungai meluap. Selain dari pada itu ,kebun dan sawah para petani juga sudah ada sebagian yang tidak bisa digunakan karena rusak diakibatkan banjir tersebut.


Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Donggala ,Akris Fattah Yunus mengatakan ,bahwa banjir di Desa Saloya pada Senin 01 Februari kemarin itu sangat deras ,sampai menghantam jembatan.


“Jembatan kita sudah benahi ,kalau untuk jalan tidak ada terputus ,akses sudah bagus dan tetap normal ,”kata Akris saat ditemui diruang kerjanya ,Jumat sore (05/02/2021).


Dikatakannya lagi ,Banjir di Desa Saloya kemarin itu ,hanya terlihat kebun para petani yang banyak rusak ,untuk sawah cuma terlihat sedikit saja yang rusak.


“Banyak kebunnya petani yang gagal panen ,disitu terlihat kebun coklat ,kemiri dan lain-lain ,kalau sawah tidak begitu luas dan hanya sedikit saja yang sudah tidak bisa digunakan ,”sebut akris.


Akris menambahkan ,dampak yang terjadi di Desa Saloya Kecamatan Sindue Tombusabora mengarah ke pertanian dan perkebunan ,tidak seperti dampak banjir yang di Kecamatan Sojol.


“Dampak hanya mengarah ke ekonomi ,cuma belum mengarah ke dampak masyarakat ,”jelasnya.


“Terkait dengan kerugian kami tidak tahu ,karena soal kebun itu bukan rana BPBD ,tapi Dinas Pertanian dan Perkebunan yang lebih mengetahuinya ,kami hanya melihat dampak ,kalau soal jembatan dan jalan kita sudah benahi ,itu semua tergantung dari anggaran ,”tandasnya.**(Syamsir)**  

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama