TRANS SULTENG - DONGGALA, Terkait dengan sampah yang bertumpukan di seputaran Kota Donggala ,yang terlihat jelas di TPS (Tempat Pembuangan Sampah) yang merembes di badan jalan itu diakibatkan hewan ternak yang mengotak atik tempat sampah.


Seperti yang dikatakan Abdul Jabir kepada media ini Minggu 31 Januari 2021 sore kemarin ,Sampah yang berhamburan di badan jalan itu bukan salahnya masyarakat yang tidak tepat membuang sampah ditempatnya ,tetapi hewan yang berkeliaran di jalananlah yang membuat sampah itu merembes sampai kebadan jalan.


“Kami meminta kepada pemilik hewan ternak ,agar mengkandangkan hewannya ,biar kita punya kota terlihat indah ,belum lagi kotorannya merembes dibadan jalan ,juga mengantisipasi terjadi laka lantas dijalanan ,”harap Abdul Djabir.


Terpisah Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Donggala ,Hermanto saat ditemui Senin (01/02/2021) dikantornya mengatakan terkait dengan sampah ,kami belum ada anggaran honor pengangkut sampah dan biaya operasional (BBM).


“Honor pengangkut sampah dan biaya operasional anggarannya belum jalan ,karena masih dalam masa transisi. Dan kami meminta kepada masyarakat buanglah sampah pada tempatnya ,agar terlihat rapi ,”ucapnya.


Dikatakannya lagi ,jika sampah itu sudah merembes di badan jalan ,secepatnya kami perintahkan bagian pengangkut sampah menuju kelokasi-lokasi tempat pembuangan sampah yang ada dalam kota ,terangnya.


Sementara itu ,Kepala Bidang Pengelola Sampah dan Limbah ,Syahril saat ditemui diruang kerjanya Senin (01/02/2021) bahwa pengelolaan sampah saat sekarang tidak maksimal ,dikarenakan keterbatasan dana operasional yang nilainya mencapai 100 juta lebih perbulan ,serta ditambah dengan keterbatasan kendaraan operasional pengangkut sampah.



“Kami tidak sanggup mengangkut semua sampah di Lima Desa dan Sembilan Kelurahan di Kecamatan Banawa Donggala. Karena keterbatasan dana operasional ,”jelasnya.


Ia juga mengakui ,dalam sehari pihaknya tak mampu menyelesaikan target penanganan sampah sebanyak 18 ton ,kami hanya bisa mengangkut dalam sehari 16 ton saja.


Syahril mengungkapkan ,jumlah armada pengangkut sampah hanya empat unit truk dan tiga truk amrol ,dan kami punya tenaga 52 orang dengan gaji atau insentif satu hari sebesar 65 ribu rupiah ,pungkasnya.**(Syamsir)**  

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama