Gaji Honorer Belum Dibayarkan, Wakil Ketua II DPRD Morowali Heran



TRANS SULTENG - Belum lama ini, Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Pengelolaan Aset Daerah (DPKAD) Morowali, Faruk Djibran menyampaikan kabar gembira di salah satu media massa dengan pernyataannya, bahwa APBD Morowali telah mengalami surplus sebanyak kurang lebih 47 Milyar.



   Nun sayang, kabar gembira karena Kabupaten belum berarti bagi para tenaga honorer yang hingga saat ini belum menerima gaji honor.



   Kepada media ini, Sabtu (27/2/2021) malam mengaku sedih karena gaji honornya untuk bulan Januari dan Februari 2021 belum dibayarkan. "Iya memang belum dibayarkan kasian, tapi mau di apa, kami takut bicara jangan sampai berakibat sanksi buat kami" ungkapnya dengan nada sedih.



   Menanggapi hal itu, Wakil Ketua II DPRD Morowali asal Partai Gerindra, Asgar Ali yang ditanyakan mengenai masalah tersebut, mengaku belum mengetahui kalau sampai dengan hari ini anak-anak honorer belum gajian. "Kalau info ini benar, saya sangat prihatin, dan kenapa hal ini bisa terjadi...??? Ini sudah mau memasuki bulan Maret, kenapa mereka belum gajian...??? Akan tetapi kalau saya coba mengamati dari tahun ke tahun, hal ini sudah menjadi fenomena tahunan, dimana dalam setiap kali anggaran baru, pasti terjadi keterlambatan pembayaran gaji honororer, bahkan hampir semua program kegiatan terjadi keterlambatan, diluar gaji ASN" jelasnya.



   Dikatakan Asgar, saat ini Kabupaten Morowali sudah memiliki sistem terbaru yang berpedoman pada Permendagri nomor 64 Tahun 2020 Tentang Pedoman Penyusunan APBD 2021, dan PP 12 Tahun 2019 Tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, sebagai acuan penyusunan APBD 2021. "Sebenarnya ini harusnya memudahkan, bukan justru untuk menyusahkan, jangan sampai ada orang-orang yang beranggapan bahwa ini karena adanya sistem baru tentang tata kelola penyusunan APBD, kita ini mempunyai Aparatur Sipil Negara yang hebat-hebat, masa bisa terjadi keterlambatan begini....??? Apalagi kita juga dipimpin oleh Bupati yang hebat, sehingga saya tidak yakin kalau bisa terlambat seperti begini" tuturnya.



   Terkait pernyataan Kepala DPKAD Morowali dalam sebuah pemberitaan yang mengatakan bahwa Kabupaten Morowali surplus, Asgar Ali juga menanggapinya dengan serius. "Saya ingin garis bawahi, dengan segala hormat, teruntuk orang tua saya Pak Kadis Keuangan, itu adalah pernyataan orang yang sepertinya tidak mengerti alur APBD, pendekatan apa yang beliau gunakan sehingga mengatakan bahwa sekarang ini kita surplus....??? Saat ini kita belum melakukan perhitungan APBD 2021, buku rancangan APBD perhitungan saja belum diajukan ke pihak DPRD, kok sudah berani menyatakan kita surpuls...??? Kalau toh memang kita surplus secara angka-angka, kita akan tetap melihat dulu, apakah memang pendapatan kita yang surplus ataukah justru ada program kegiatan yang tidak terealisasi, nantilah kita lihat pada pembahasan" pungkasnya.



   Terpisah, Kepala DPKAD Morowali, Faruk Djibran belum dapat dikonfirmasi.

Post a Comment

To be published, comments must be reviewed by the administrator *

Lebih baru Lebih lama
Post ADS 1
Post ADS 1