TRANS SULTENG - “Senin pagi (01/02) ,Hujan yang berlangsung selama empat jam membuat puluhan rumah warga terendam banjir ,dan banjir itu diperkirakan sekitar satu meter ,”kata Kepala Desa (Kades) Saloya ,Sadri saat dihampiri media ini dihalaman Kantor DPRD Donggala ,Rabu (03/02/2021).


Ia mengatakan ,Setiap musim hujan Desa Saloya selalu terendam banjir. Karena banjir di wilayah itu merupakan kiriman air bah dari hulu sungai. Karena debit air sangat besar ,maka air sungai meluap sampai memasuki rumah warga di Desa Saloya. Bahkan Jembatan penghubung antara Desa Saloya dan Tibo terancam putus.


“Warga sempat panik pak ,melihat air sungai yang sudah meluap sampai masuk kerumah mereka ,dan histerisnya lagi rumah warga yang berada di emperan sugai itu takutnya terbawa arus banjir ,karena air sungai itu sudah mengali/mengkikis pendasi rumah warga tersebut ,”ujarnya.


Dikatakannya lagi ,Jembatan penghubung dari Dusun Dua ke Dusun Empat itu juga terancam putus ,ada juga beberapa pemakaman islam yang terbawa arus banjir ,sawah pun ada sebahagian sudah tidak dapat digunakan atau difungsikan.



“Ada beberapa jembatan di Desa kami terancam putus pak ,belum lagi sawah para petani sudah tidak bisa digunakan lagi karena sudah tertutupi dengan lumpur atau pasir yang terbawa arus banjir ,kasihan para petani di Desa Kami pak ,kerugian ditaksir sekitar puluhan juta ,”sebutnya.


“Kami meminta kepada BPBD dan Dinas PU untuk meninjau lokasi banjir di Desa Saloya Kecamatan Sindue Tombusabora Kabupaten Donggala ,”harapnya.**(Syamsir)**  

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama