TRANS SULTENG - DONGGALA, Sehubungan dengan pelaksanaan Studi Kelayakan/Feasibility Study (SF) ,Rencana (RIP) ,Daerah Lingkungan Kerja dan Daerah Lingkungan Kepentingan Pelabuhan Donggala ,Pelabuhan Pantaloan ,dan Pelabuhan Wani ,dalam kegiatan Emergency Assistance for Rehabilitation and Reconstruction (EARR).    


Dinas Perhubungan Kabupaten Donggala melalui Kepala Bidang Sarana dan Prasarana (SAPRAS) Polin Hasibuan ,ST,. M. Si mengatakan ,kalau untuk dermaga ini jelas kegiatannya di Kementerian. Karena kegiatannya ini bersumber dari ADB (Aset Dur Ben) atau pinjaman ,yang anggarannya telah menghasilkan dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia (RI).


Untuk tahapan sekarang kata Polin sudah masuk di Survey Invensitigasi Desain (SID) ,untuk menindaklanjuti dalam rangka membuat Detail Engineering Design (DED).  melalui rangkaian pembahasan mulai sidik kelayakan ,perencanaan induk Pelabuhan LKPKR ,untuk lokasi pengembangan Pelabuhan Donggala ada di lokasi Anjungan Gonenggati antara Kelurahan Tanjung Batu dan Kelurahan Kabonga Kecil Kecamatan Banawa Donggala yang luasnya sekitar 15,4 hektar.


“Memang kegiatan ini dilaksanakan oleh Kementerian Perhubungan langsung ,melalui pihak konsultan ,kegiatannya jelas dan kegiatan itu disebut dengan EAR (Emergency Asisten Rehabilitasi) dan Rekonstruksi ,pelabuhan-pelabuhan pasca bencana ,”tuturnya.


Berdasarkan hasil kajian kemarin bahwa Pelabuhan Wani itu tetap dibangun dikondisi Eksinting ,untuk pengembangan kedepan melihat lokasi yang wani itu begitu sempit ,sehingga pengembangan kedepannya nanti alternatif lokasi itu ditetapkan adalah di Desa Lero ,tapi untuk sementara supaya aktifitas disektor laut ini tetap berjalan dibangunlah tetap di Pelabuhan Wani. Tetapi kondisi pengembangan kedepannya itu ada di Desa Lero.


“Karena lokasi pelabuhan yang kita lihat bersama bahwa di wani ini sempit ,apalagi jalan masuknya sempit untuk kedalam ,sehingga pengembangannya berikutnya ada di Desa Lero ,”kata Polin Hasibuan ,saat ditemui media ini diruang kerjanya ,Rabu (10/02).


Dikatakannya lagi ,untuk alokasi anggaran yang bersumber dari pinjaman luar Negeri melalui Ascendant Vetements ,kurang lebih 1,5 Triliun yang akan membiayai tiga lokasi pelabuhan yang terdampak bencana pada 28 September 2018 silam ,yaitu Pelabuhan Donggala dilokasi yang pengembangan baru di Anjungan Gonenggati ,Pelabuhan Wani ,dan Pantaloan.


“Hasil gajian studi sementara melalui Survey Invenstigasi Desain/Detail Engineering Design (SID) dan (DED). Untuk membiayai Pelabuhan Donggala lokasi Eksistensi pengembangan yang ada di Anjungan Gonenggati kurang lebih sekitar 600 Miliar ,dan sisanya itu sekitar 900 Miliar lebih itu akan membiayai Wani dan Pantaloan ,kurang lebih 1,5 Triliun bersumber dari pinjaman Luar Negeri Pemerintah Indonesia melalui Bank atau ADD ,”sebutnya.


Ia pun menambahkan ,Proses untuk pelaksanaan kegiatan mulai dari kajian tentang studi kelayakan sampai dengan perencanaan detail and desainnya sampai dengan pembangunannya nanti ,Kementerian Perhungan mempunyai jadwal yang telah disepakati oleh pemberi pinjaman dalam hal ini (ADD) itu akan selesai di akhir Tahun 2024 atau memasuki awal di Tahun 2025.


“Proses pemilihan penyedia untuk seluruh kegiatan ini dilakukan oleh Kementerian Perhubungan RI melalui dari Jendral Kementerian Perhubungan Laut ,”tuturnya.


Adapun Informasi tahapan proses penyediaannya melalui lelang internasional ,baik itu untuk konsultan studi kelayakan ,konsultan yang rancang DED maupun kontraktor pelaksanaannya ,jadi prosesnya itu yang intinya secara Internasional yang disepakati ADD (sipemberi anggaran) ,jelasnya.**(Syamsir)**               

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama