TRANS SULTENG - DONGGALA, Ketua TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah) Kabupaten Donggala Rustam Efendi mengungkapkan ,bahwa APBD Donggala Tahun 2021 dipangkas sebagai akibat dari kebijakan Pemerintah Pusat ,merefocusing anggaran untuk penanganan Covid-19.


“Tahun 2021 ini ,anggaran kita dipangkas sebesar 70 Miliar lebih ,untuk kepentingan penanganan Covid-19. Dan ini adalah perintah atau kebijakan Nasional ,harus kita patuhi ,”kata Ketua TAPD diruang kerjanya ,Senin (29/03/2021).


Dijelaskannya lagi ,bahwa refocusing APBD 2021 sudah disampaikan kepada seluruh para pimpinan OPD Kabupaten Donggala ,agar memahami kondisi saat sekarang ,sebab jika tidak dilakukan pemangkasan anggaran maka Pemerintah Daerah akan terkena sanksi ,dan sanksi itu yakni dana transfer akan ditahan serta penambahan 25 persen dari dana yang diminta.


“APBD 2021 yang dipangkas itu berdasarkan permintaan Pemerintah Pusat yaitu perintah Presiden ,kalau angka itu (Tujuh Puluh Miliar lebih) tidak kita munculkan atau belum melakukan pelaporan ke Kementerian  kita akan kena sanksi penahanan anggaran APBD dalam bentuk dana transfer ,serta kita akan ditindaki tambahan 25 persen dari anggaran 70 Miliar lebih yang diminta ,artinya tambah kurang uang kita ,kebijakan Nasional harus dipenuhi ,pimpinan OPD harus saling memahami ,”jelasnya. **(Syamsir)**    

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama