Miris, masih ada saja yang tinggal di area pembuangan sampah



TRANS SULTENG - TPA Poi Panda Kawatuna Jl. Mantikulore merupaka Bantar Gebang pembuangan sampah akhir di Kota Palu. Lokasi yang seharusnya menjadi tempat pembuangan sampah justru di huni oleh beberapa anggota keluarga



Tempat yang sejatinya di peruntukan untuk pembuangan sampah dan jauh dari kata bersih dan sehat justru di pilih oleh beberapa orang untuk di jadikan tempat tingal.


Seperti halnya Hasim (33) yang sudah sejak duduk di bangku sekolah dasar dirinya tinggal di lokasi dekat pembuangan sampah


Hingga kini hasim engan pindah dari tempat tersebut karena memang sehari-hari ia bekerja sebagai pemulung.


"Kalau di suruh pindah saya tidak mau kayaknya, apa saya sudah nyaman di sini terus saya juga kan kerjanya sebagai pemulung di sini jadi kalau pindah nanti jauh kalau saya mau kerja.


Meskipun merasa nyaman berada di tempat tersebut Hasim juga mengeluhkan masalah nau tak sedap yang ada di lokasi tersebut terutama pada saat musim hujan.



Di lokasi TPA tersebut terdapat 30 lebih kepala keluarga yang tinggal di sana dan memang semuanya berprofesi sebagai pemulung.




"Dalam sehari biasa saya dapat Rp.100 ribu itu sampah kerdus karena 1 kilonya itu sudah seribu lebih harganya. Dan biasa para pengepul yang datang kemari untuk menimbang barang-barang hasil dari kita memulung


Hasim mengatakan bahsa dinas kesehatan pernah datang ke lokasi tersebut untuk memberikan bantuan masker handsainitezer dan obat-obat serta vitamin lainnya


"Saya berharap sama pemerinta untuk lebih memperhatikan kami orang-orang pingiran, saya tidak mau pindah karena saya sudah nyaman dan sangat bersyukur tetap bisa dapat penghasilan di sini, karena memang dari kecil saya di sini jadi saya sudah nyaman


Reporter IDY

Post a Comment

To be published, comments must be reviewed by the administrator *

Lebih baru Lebih lama
Post ADS 1
Post ADS 1