Akibat Covid-19 : 705 Tenaga Kerja Donggala Dirumahkan



TRANS SULTENG - DONGGALA, Sebanyak 705 tenaga kerja di Donggala terpaksa dirumahkan ,dan tenaga kerja itu ialah dari pekerja Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sebanyak 643 orang ,selain itu 62 pekerja dari tambang galian C juga ikut dirumahkan. Pekerja itu dirumahkan akibat pandemic Covid-19.


“Pekerja 643 orang ini terhitung mulai bulan Juli 2020 ,begitupun juga dengan pekerja yang ada di Galian C. Angka ini akan terus bergerak ,mereka ini bukan di PHK ,tetapi dirumahkan karena kondisi sekarang perusahaan atau pelaku usaha tidak mampu mengcover semua ,dan mereka masih bisa bekerja kembali ,”ungkap kadis Nakertrans Donggala ,Moh. Ilham Yunus saat dikonfirmasi di Kantornya ,Selasa (06/04/2021).


Dikatakannya lagi ,dimasa pandemic ini harus ada inovasi dari masyarakat untuk lebih meningkatkan kreativitas dan juga mengoptimalkan potensi Sumber Daya Alam.


“Anggaran Kami di Dinas ini terpangkas sebesar Rp. 550 juta dari Rp. 3,5 Miliar untuk kepentingan penanganan Covid-19. Pemangkasan anggaran ini berdasarkan pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 17 ,”tuturnya.


Dijelaskannya ,bahwa kondisi saat ini menimbulkan polemic dari aspek ekonomi dan sosial masyarakat. Disatu sisi perusahaan juga harus bertahan ,namun dengan kondisi ekonomi yang lesuh seperti saat ini memaksa perusahaan untuk merumahkan karyawannya ,karena tidak mampu lagi untuk menggaji karyawan tersebut.  


Kadis Nakestrans menambahkan ,dari pemangkasan anggaran ini ,ia merasa tidak terbebani dan tetap bekerja seperti biasanya ,bahkan tenaga honorernya yang berjumlah 37 orang tak akan dirumahkan.


“Saya tetap mempertahankan honorer yang ada di Dinas ini ,kita berusaha mempertahankan agar tetap bekerja ,honorer bisa berinovasi sesuai potensi yang dimiliki ,”sebutnya. **(Syamsir)**

Post a Comment

To be published, comments must be reviewed by the administrator *

Lebih baru Lebih lama
Post ADS 1
Post ADS 1