TRANS SULTENG - DONGGALA, Dihari Kesehatan Internasional yang jatuh pada tanggal 07 April ,sekitar belasan masyarakat remaja mengatas namakan organisasi Lingkar Studi Aksi dan Demokrat Indonesia(LS-ADI) kepengurusan Kabupaten Donggala mendatangi Dinas Kesehatan Kabupaten Donggala dengan Aksi Damai.


Koordinator Lapangan (Korlap) organisasi tersebut dipimpin oleh Alamsyah dan ia mengatakan ,Badan Kesehatan Dunia (WHO) menggelar Hari Kesehatan Dunia yang dipandang sebagai kesempatan menarik perhatian dunia ,untuk menyadari masalah-masalah besar kesehatan global setiap tahunya.



“Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa pandemic Covid-19 di Indonesia telah berjalan lebih dari satu tahun. Virus corona kian meningkat setiap harinya ,khususnya di Sulawesi Tengah peningkatan virus corona semakin meningkat hingga 06 April 2021 ,”kata Alamsyah saat orasi dihalaman Dinas Kesehatan ,Rabu (07/04/2021).


Dikatakannya lagi ,sesuai data yang telah mereka rilis pada 06 April 2021 kasus positif covid-19 di Sulawesi Tengah bertambah menjadi 11367 kasus dan pasien yang sembuh berjumlah 10317 serta pasien yang meninggal berjumlah 301 jiwa.


“Sesuai data yang kami terima dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah pada 06 April 2021 kemarin terkhusus Kabupaten Donggala yang positif virus corona berjumlah 524 jiwa dan pasien yang telah sembuh sebanyak 384 jiwa ,dan pasien yang telah meninggal berjumlah 12 jiwa ,”sebutnya.


Tak puas dengan orasinya dihalaman Dinas Kesehatan ,para aksi tersebut bergerak menuju Kantor Bupati Donggala dengan pengawalan ketat dari Aparat Kepolisian Polres Donggala dan Polsek Banawa.


Organisasi Lingkar Studi Aksi dan Demokrasi Indonesia meminta kepada Pemerintah Kabupaten Donggala ,untuk menjadi perhatian besar dari pemerintah ,agar kiranya Pemerintah Kabupaten Donggala dan pihak Kepolisian lebih tegas dalam menangani pandemic Covid-19 yang melandah Indonesia terkhusus Kabupaten Donggala.


“Aksi kami ini mengenai tentang Hari Kesehatan Internasiaonal ,ini hari adalah moment terpenting untuk turung ,jadi kami meminta kepada pemerintah agar kiranya tetap menghimbau kepada masyarakat untuk patuh pada protokol kesehatan ,apalagi ini mau menjelang bulan suci ramadhan ,tentunya ini harus lebih diperketat lagi ,dan kami tidak menginginkan kejadian-kejadian di tahun kemarin tempat ibadah ditutup pada bulan suci ramadhan akibat dari penyebaran-penyebaran covid ,”harapnya.


Adapun tuntutan-tuntutan para Aksi tersebut diantaranya yaitu : Pertama ,pertegas penanganan pandemic Covid-19 di Kabupaten Donggala ,Kedua ,perjelas terkait tertib Protokol Kesehatan (Prokes) ,dan Ketiga ,Lindungi masyarakat bukan dibohongi. **(Syamsir)**     

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama