TRANS SULTENG - Tembilahan,Provinsi Riau menjadi provinsi dengan penyebaran dan penularan Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) tertinggi di Indonesia pertanggal 26 Mei 2021 menurut data yang dirilis oleh detikhealth. Hal ini menjadi perhatian serius bagi berbagai pihak, tidak terkecuali Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Tembilahan. Salah satu langkah konkret yang dilakukan oleh Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Tembilahan untuk menekan penyebaran dan penularan COVID-19 yaitu melakukan SWAB Test terhadap seluruh Petugas, Kamis (27/5).


SWAB Test dilakukan dengan menggandeng Puskesmas Gadjah Mada Tembilahan dan dibantu oleh Satuan Tugas Pencegahan dan Penanggulangan COVID-19 Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Tembilahan. Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Tembilahan Julianto Budhi Prasetyono menegaskan bahwasannya untuk mencegah penyebaran dan penularan serta menjadikan Lapas Tembilahan Zero COVID-19 dimulai dari Petugas itu sendiri.


“Untuk mencegah penyebaran dan penularan serta tetap menjadikan Lapas Tembilahan Zero COVID-19 harus diawali dari Petugas itu sendiri. Karena jika Petugasnya tidak ada yang terindikasi maka kita tidak perlu khawatir apabila melakukan kontak dengan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang notabenenya masih zero penularan COVID-19.” Tutur Julianto


Julianto juga mengingatkan kembali kepada seluruh Petugas Lapas Tembilahan agar selalu memperhatikan Protokol Kesehatan (Prokes) dan senantiasa melaksanakan Gerakan 5M yaitu Memakai masker, Mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, Menjaga Jarak, Menjauhi Kerumunan dan Membatasi mobilisasi dan interaksi.


Diharapkan dengan telah terlaksananya SWAB Test di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Tembilahan ini dapat mencegah penyebaran dan penularan COVID-19 sehingga Lapas Tembilahan dapat selalu menjadi Unit Pelaksanan Teknis (UPT) Pemasyarakatan yang Zero penyebaran dan Penularan COVID-19.(sri imelda)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama