TRANS SULTENG - SADAR atau tidak sadar ketika kita membiarkan diri kita dikuasai oleh rasa kekuatiran dan kecemasan bahkan ketika mencoba untuk membesar-besarkan masalah maka sesungguhnya pada saat itulah kita sedang meragukan kuasa kebangkitan Kristus.Demikian penekanan yang disampaikan Pendeta Yusuf Paliling, M.Th dalam khotbahnya bertemakan "Berjuang dan Bangkit bersama Kristus (Markus 16 : 1-8)" pada perayaan Paskah gabungan PKBGT, PWGT dan Lansia, Jemaat Elim Palu, Senin (10/5) sore.


Karena menurutnya, orang-orang yang telah meng-Imani Paskah adalah orang-orang yang bermental pejuang, bukan pecundang.


"Inilah Roh Paskah. Jika kita meng-Imani, kitalah yang disebut bermental pejuang," tegas mantan Ketua OSIS SMAGET tahun 1993/1994 ini yang akrab disapa Yuspa ini.



Dia menguraikan, dalam hidup kitapun, seringkali menemui batu besar menghalangi hidup kita yang mungkin sangat sulit untuk kita gulingkan. Misalnnya persoalan ekonomi, sakit penyakit,kemarahan, kekecewaan dan banyak persoalan lain.


"Tapi yakin dan percaya, bersama Yesus Kristus pelbagai persoalan hidup itu, pasti kita lalui dengan penuh sukacita tanpa rasa kecemasan," ucapnya.


Karena menurutnya, Tuhan kita Yesus Kristus sudah bangkit dari antara orang mati, menyatakan kepada kita bahwa kuasa-Nya dapat menolong kita mengalahkan hal yang paling menakutkan dalam hidup kita, yaitu kematian. 


"Jika yang paling menakutkan saja sudah dapat dikalahkan-Nya, tidakkah kuasa-Nya itu juga akan menolong kita mengatasi berbagai kecemasan yang kita jumpai sehari-hari dalam hidup kita? ,"tanya Yuspa.


Dia menegaskan, kuasa kebangkitan Tuhan Yesus mengatasi ketakutan dan kecemasan yang dialami Maria Magdalena dan Maria ibu Yakobus serta Salome disaat pergi melihat kuburan Yesus.


Ada banyak ketakutan yang mereka hadapi ketika mau mengunjugi kubur Yesus, bagaimana mereka akan bertemu dengan penjaga kubur Yesus, siapa yang akan membuka pintu kuburnya dan banyak ketakutan-ketakutan mereka.


Di depan mereka ada batu yang besar, tetapi batu yang besar tidak menghalangi cinta mereka kepada Tuhan.Tidak putus asa dan tetap berjalan dalam iman.*Marthen*

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama