TRANS SULTENG - DONGGALA, Hari Anti Narkotika Internasional (Hani) Tahun 2021 Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Donggala menggelar Press Release bersama awak media di Donggala ,adapun kegiatan itu digelar diruang Kasiromu Kantor Bupati Donggala ,Senin (28/06/2021).


Dimana dalam kegiatan tersebut Kepala BNNK Donggala AKBP. Abire Nusu didampingi Kasi Pemberantas Nirman Djamali ,SH ,Kasi P2M Markus ,S. Kep. Ns ,Kasi Rehabilitasi dan dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Donggala Rustam Efendi ,S. Pd., SH., M.Ap.   


Dalam kesempatan itu ,Kepala BNNK Donggala ,AKBP. Abire Nusu menjelaskan bahwa data BNNK Donggala yang diungkapkannya selama dirinya menjabat yang berkaitan dengan pemberantasan yaitu ada Tiga LKN ,yang pertama TKP nya di Desa Lalombi Kecamatan Banawa Selatan ,BB nya 14 plastik atau kurang lebih 3,8 gram.


Kedua ,di Desa Agoamas Kecamatan Sojol ,barang buktinya 50 plastik atau 3,12 gram ,Ketiga di Desa Watatu Kecamatan Banawa Selatan ,BB nya 0,31 gram.


“Itu semua sudah kita proses. Untuk pelaksanaan asesmen penyalahguna itu ada enam kali kita laksanakan ,kemudian untuk rehabilitasi yang kami rehab dari bulan januari sampai bulan juni ini hanya 25  orang para pengguna narkoba ,kemudian untuk pencegahan dan pemberdayaan masyarakat ,”tuturnya.


Disampaikannya ,bahwa dengan adanya pencanangan Desa bersinar di BNNK Donggala telah mengambil sampel dua Desa yaitu Desa Wani Satu dan Mwubu Kecamatan Banawa Selatan ,kalau Desa Wani Satu sejak tahun 2020 kemarin sudah di canangkan Desa Bersinar dan sudah cukup membantu.


“Ada program-program yang sudah mereka buat berkaitan dengan ipatien ,sedangkan desa mwubu masih dalam tahap dan baru dimulai ,masih tahap pembinaan dan masih berkordinasi ,insyaallah kedepan kepala desanya sudah siap mendukung program BNN ,”kata Abire Nusu.


Sementara itu ditempat yang sama ,Sekretaris Daerah Kabupaten Donggala Rustam Efendi mengatakan ,bahwa urusan pemberantasan Narkoba ini adalah menjadi tugas dan tanggung jawab semua pihak tanpa kecuali ,entah dia dalam petara sebagai individu maupun sebagai lembaga ,naa sudah tentu sebagai individu memastikan diri agar kita tidak terjebak dengan godaan dan rayuan tipuan narkoba.


Artinya cerita yang sudah terlalu jauh sudah sakrau dengan yang adanya ketergantungan narkoba. “Ini menunjukan bahwa mereka hampir sulit untuk melepaskan diri ketika sudah sempat dijajah oleh narkoba itu sendiri ,naa secara kelembagaan Pemerintah Daerah ini ,saya secara berjenjang punya komitmen kuat ,Negara ini didirikan dengan komitmen bahwa mampu menjalankan tugas dan fungsinya untuk mensejahterakan masyarakat ,”paparnya.


Dikatakannya lagi ,Narkoba ini adalah sebuah bahaya laten artinya sebuah ancaman besar bagi Negara ,bukan hanya bagi person atau bagi daerah ,tetapi bagi Negara ,ketika kita tidak konsen untuk memberantasnya.


“Saya yakin dan percaya tadi BNN ditingkat Pusat dan BNN Kabupaten/Kota dan termasuk juga di Provinsi ,organisasi secara berjenjang yang ditangani secara professional oleh abdi Negara ,saya pikir adalah salah satu alasan memastikan bahwa Negara ini terlepas dari bahaya narkoba ,diluncurkannya program Indonesia bersinar yang endingnya sebetulnya adalah Desa Bersinar atau Desa bebas narkoba. Ini adalah sebuah komitmen besar bagi anak bangsa untuk memastikan bahwa urusan narkoba adalah urusan kita semua ,sehingga khusus kita dipemerintah kabupaten donggala sangat memberikan dukungan kuat kepada BNNK Donggala terkait program P4GN ,”jelasnya.


Sementara itu ,Kasi Berantas Nirman Djamali menambahkan ,terkait upaya-upaya dalam rangka mendeteksi pelaku-pelaku pemasuk barang haram itu.


“Wilayah Donggala ini sebenarnya kalau jumlahnya kita personil untuk pemberantas dengan wilayah kita ini sama sekali tidak terpenuhi ,karena beberapa bulan terakhir setelah kami diteksi ,ini berawal dari apa dipertanyakan terkait penampakan yang dari pusat itu kerjasama dengan beacukai dan provinsi ,dan ini sementara disidangkan di Pengadilan Donggala ,dan itu hasil taiping atau hasil kerja Pemerintah Pusat ,”jelasnya.


Dijelaskannya lagi ,bahwa kami (BNNK Donggala) diberikan anggaran 50 Juta rupiah pertahun dengan target satu kasus ,setiap tahunnya BNNK Donggala menanggani Empat kasus sampai Sembilan tersangka ,naa dibandingkan dana yang kami punya yang target satu kasus kami bisa menggungkap sampai Empat kasus dan itu kami butuh ekstra.


“Ini sekedar saran saja ,mungkin ada sisa dana yang bisa dihibahkan ke kami khususnya pemberantasan ,ini mungkin berat tetapi saya perlu sampaikan. Karena terus terang saja ,upaya kami dalam rangka mendeteksi pelaku-pelaku yang menggunakan tenaga laut ini kalau kita mengikuti perkembangannya ngeri ,karena kami bisa mendeteksi tapi untuk melakukan upaya perangkapan itu sulit ,karena contoh kemarin informasinya masuk diwilayah pantai barat tiba-tiba dia berada di Donggala kemudian sebaliknya informasinya masuk diwilayah donggala tiba-tiba masuk di Pantai Barat ,seandainya ada kendaraan kami yang laut itu akan memudahkan kami ,”sebutnya. **(Syamsir)**                                  

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama