TRANS SULTENG - DONGGALA, Bupati Donggala ,Drs. Kasman Lassa ,SH., MH ,mengatakan bahwa pembangunan Hunian Tetap (Huntap) bagi penyintas korban bencana alam yang terjadi pada 28 September 2018 silam di Donggala tahun 2021 ini akan segera ditempati.


“Ada sebelas titik Hunian Tetap dibangun oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum ,”kata Kasman Lassa di Desa Lero Tatari Kecamatan Sindue Kabupaten Donggala pada Minggu (06/06/2021).


Adapun sebelas titik yang dimaksud yaitu diantara lain terletak di Kecamatan Tanantovea ,Lero Tatari ,Labuan ,Sirenja ,dan Banawa ,direncanakan pembangunan Hunian Tetap akan selesai dibangun tahun 2021 ini ,sebut Kasman Lassa.


Kasman Lassa pun menjelaskan ,bahwa total keseluruhan Hunian Tetap sebanyak 24.000 termasuk dengan hunian warga yang dibangun kembali dengan skema stimulan yang rusak berat ,sedang dan ringan.



“Pembangunan Hunian tetap tidak menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Kabupaten Donggala ,melainkan menggunakan dana Pemerintah Pusat ,”tegasnya.


Kasman Lassa menambahkan ,bahwa Pemerintah Kabupaten Donggala mengalokasikan dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah senilai Rp. 25 Miliar rupiah untuk pembebasan lahan pembangunan tersebut.


“Saat ini pengerjaan Hunian Tetap telah mendekati 100 persen ,termasuk pembangunan hunian warga yang rusak berat ,sedang dan ringan dalam skema stimulan tahap dua. Demi mendukung percepatan pemulihan penyintas gempa dan tsunami dalam kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi paska bencana yang terjadi pada 28 September 2018 silam ,”terang Kasman Lassa.


Terpisah ,Ada beberapa masyarakat banawa korban bencana alam gempa bumi dan tsunami pada 28 September 2018 silam saat dihubungi media ini terkait Huntap yang berada di Kelurahan Ganti sudah sejauh mana pembangunannya ,ia mengatakan bahwa Pemerintah Daerah sudah melakukan yang terbaik ,dimana kami masyarakat yang ada di Banawa sudah melakukan cabulot atau diundi nama untuk menentukan Blok dan Nomor rumah yang nantinya kami akan tinggali di Huntap yang berada di Kelurahan Ganti.


“Bulan April kemarin ,kami penyintas bencana alam mengadakan cabulot ,dan nama kami diundi ,untuk menentukan blok dan nomor berapa yang harus kami tempati ,dan ini hasil kesepakatan masyarakat sendiri ,”kata salah satu masyarakat Banawa di Kelurahan Labuan Bajo ,korban bencana alam ,Selasa (08/06/2021).


Ditambahkannya ,bahwa disitu ada fasilitator dari Dinas PUPR yang mencatat nama-nama dan blok yang hasil diundi pada bulan April kemarin ,Insyaallah bulan Agustus 2021 ini Huntap itu akan segera ditempati oleh masyarakat penyintas korban bencana alam ,jelasnya.


Sementara salah satu warga dari Kelurahan Boya mengatakan bahwa Huntap itu belum semuanya rampung ,masih ada sebagian belum selesai ,tetapi kata fasilitatornya bangunan tersebut sementara dikerjakan ,Insyaallah tahun ini sudah selesai.


“Ia memang benar ,kami sudah melakukan cabulot nama-nama blok dan nomor rumah dibagian mana yang kami tempati dari hasil diundi pada bulan April kemarin ,dan itu hasil dari kesepakatan masyarakat ,tinggal kami menunggu penyerahan kunci Huntap ,jikalau Huntap itu sudah rampung ,Insyaallah bulan Agustus 2021 ini sudah bisa ditempati ,”kata salah satu korban bencana alam yang ada di Kelurahan Boya.


“Mudah-mudahan Huntap tahun 2021 ini sudah bisa kami tempati ,karena sudah dua tahun lebih kami tinggal di Huntara ,”harap masyarakat penyintas korban bencana alam di Banawa. **(Syamsir)**     

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama