TRANS SULTENG - DONGGALA, Pelaksanaan Studi Kelayakan atau Feasibility Study (SF), Rencana Induk Pelabuhan (RIP), Daerah Lingkungan Kerja (DLKr) dan Daerah Lingkungan Kepentingan (DLKp) Pelabuhan Donggala, Pantaloan, dan Wani, dalam kegiatan Emergency Assistance for Rehabilitation and Reconstruction (EARR) untuk membenahi kerusakan infrastruktur dan fasilitasi akibat bencana gempa bumi dan tsunami 28 September 2018 silam.


Dinas Perhubungan Kabupaten Donggala melalui Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Polin Hasibuan, ST,. M. Si mengatakan, Rencana Pelabuhan Donggala ini sementara berproses, untuk tahapan sementara adalah penyusunan dokumen analisa mengenai dampak lingkungan.


“Salah satu bentuk ini sudah kita pasang informasi publik sebagai langkah awal untuk penyusunan dokumen afdal terkait dengan pembangunan Pelabuhan di Anjungan Gonenggati yang terletak diantara perbatasan Kelurahan Tanjung Batu dan Kabonga Kecil Kecamatan Banawa Donggala, naa untuk proses sekarang di pihak Kementerian sudah melakukan penetapan sidik kelayakan,”kata polin Hasibuan saat dihampiri di Kantor DPRD Donggala Jumat 02 Juli 2021.



Dikatakannya lagi, sementara pembahasan penetapan Detail Engineering Design (DED), selanjutnya akan dilakukan pembahasan dokumen indesak mengenai dampak lingkungan.


“Untuk sementara ini yang rencananya kita bangun Pelabuhan baru dulu yang ada di Anjungan Gonenggati untuk jangka pendeknya, karena untuk di anjungan ini akan difungsikan sebagai pelabuhan penumpang, sebab pantaloan akan difokuskan sebagai pelabuhan peti kemas,”sebutnya.


Oleh karena itu, fax pembangunan pelabuhan penumpang itu dipercepat, karena ketika pelabuhan Anjungan Gonenggati sebagai pelabuhan penumpang sudah bisa berfungsi maka pantaloan tidak lagi melayani untuk pelabuhan penumpang. Untuk itu di percepat, tahap berikutnya baru di pelabuhan tua (Donggala) di Kelurahan Boya Kecamatan Banawa Donggala yang akan rencananya dibangun omsetnya adalah water first,”jelasnya.


Polin menambahkan, Untuk lokasi asistin sementara adalah Pelabuhan Wani, naa Pelabuhan Wani itu sudah melaui kajian, karena memang itu sudah lama ditetapkan sebagai pelabuhan, tetapi kita ketahui bersama lokasi disanakan terbatas, pengembangan wani kedepannya akan dikembangkan ke Lero, tetapi untuk sementara lokasi itu tetap dibangun dilokasi asistin yaitu di Wani.


“Ketika Pelabuhan Wani berkembang kita akan kembangkan, dan ini kegiatannya jelas, kegiatan itu disebut EAR (Emergency Asisten Rehabilitasi) dan Rekonstruksi pelabuhan-pelabuhan pasca bencana,”tuturnya.


Dijelaskannya lagi, bahwa yang mulai akan dikerjakan itu pertama Pelabuhan Pantaloan, terus Donggala, baru Wani. Kalau studi kelayakan sudah ditetapkan dan memenuhi syarat, setelah penyusunan studi kelayakan ditetapkan oleh Kementerian, lokasi-lokasi itu dilakukan dengan studi ditingkatkan dengan penyusunan Survey Invensitigasi Desain/Detail Engineering Desain.


“Naa itu sementara dibahas di Kementerian, setelah ditetapkan, tapi sebelum itu ditetapkan perencanaan ini harus jalan juga,” pungkas polin.


Diketahui bahwa proses untuk pelaksanaan kegiatan mulai dari kajian tentang studi kelayakan sampai dengan perencanaan detail and desain sampai dengan pembangunannya, Kementerian Perhubungan mempunyai jadwal yang telah disepakati, dan pembangunannya itu akan selesai diakhir Tahun 2024 atau memasuki awal di Tahun 2025 nanti.


Proses pemilihan penyedia untuk seluruh kegiatan ini dilakukan oleh Kementerian Perhubungan RI melalui Jendral Kementerian Perhubungan Laut. Informasi tahapan proses lelang internasional, baik konsultan studi kelayakan, konsultan rancang DED maupun kontraktor pelaksanaannya. **(Syamsir)**

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama