PROYEK BANGUNAN SPAM JARINGAN PERPIPA'AN MERUGIKAN TANAMAN MASYARAKAT PETANI DESA DONGGULU.



Trans Sulteng.com Parimo - Pekerjaan Proyek pembangunan Broncaptering dan Pembangunan SPAM Jaringan Perpipaan yang dikerjakan oleh Kontraktor Pelaksana CV ATIKA BINTANG MULIA berlokasi di Desa Donggulu Selatan Kecamatan Kasimbar Kabupaten Parigi Moutong Provinsi Sulawesi Tengah, menuai protes dari petani yang kebunnya menjadi sasaran penggalian jaringan perpipaan.  


Proyek pembangunan Broncaptering dan Pembangunan SPAM Jaringan Perpipaan yang digelontorkan dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dan bernilai kontrak sebesar Rp. 898.638.352.00. Dengan waktu pelaksanaan 160 hari kalender, terhitung dari 16 Maret s/d 12 Agustus 2021, telah terjadi kesalahan dalam prosedur, pasalnya pihak pelaksana proyek SPAM tersebut tidak pernah berkoordinasi sebelumnya dengan sebagian pemilik kebun yang akhirnya merusak tanaman milik salah seorang petani dengan melakukan penggalian jaringan pipa yang berjarak kurang lebih 40 Cm dari pohon Cengkeh.

  

Berdasarkan penelusuran dan investigasi kelapangan setelah mendengarkan keluhan yang disampaikan oleh petani tersebut kepada media ini, menurut keterangannya Bahwa yang menjadi kekhawatiran saya adalah pohon Cengkeh ini akan mati ketika musim kemarau imbas dari putusnya akar akibat dari galian jaringan pipa sedalam 40-50 Cm itu, saya tidak keberatan kebun saya digali untuk jaringan pipa itu tapi harus kordinasi, akan saya tunjukkan dimana yang akan digali, biar tanaman saya tidak rusak, jika nanti suatu saat Cengkeh itu setelah pekerjaan ini selesai dan pihak pelaksana sudah tidak ada lagi, saya komplain ke siapa dan setelah saya keberatan baru mereka datang meminta maaf dengan dalil memberikan penawaran akan memindahkan galian pipa kemudian memasangkan kran air di tengah kebun, 

untuk menutupi kesalahan mereka, dan itu saya tidak minta kalaupun galian itu dipindah tidak akan merubah kondisi awal dari akar yang dengan sengaja diputus, tuturnya.

  

Pihak pelaksana dalam hal ini CV ATIKA BINTANG MULIA, ketika di konfirmasi oleh media ini mengatakan akan memindahkan galian jaringan pipa tersebut dan akan dipasangkan kran untuk memenuhi kebutuhan air pada saat melakukan penyiraman atau penyemprotan tanaman, seharusnya pihak pelaksana tidak mengesampingkan kerusakan yang sudah pasti akan menimbulkan kerugian pada orang lain, walaupun proyek pembangunan SPAM ini merupakan kebutuhan masyarakat.

(Amr).

Post a Comment

To be published, comments must be reviewed by the administrator *

Lebih baru Lebih lama
Post ADS 1
Post ADS 1