PPKM Level 4 Diperpanjang, Polres Sukoharjo Salurkan Bansos untuk Masyarakat Terdampak



Trans Sulteng.com Sukoharjo - Pemerintah perpanjang PPKM Level 4 dari mulai 3 Agustus hingga 9 Agustus 2021, Kebijakan tersebut diambil setelah Presiden dan jajarannya mempertimbangkan sejumlah hal, baik aspek kesehatan, aspek ekonomi, hingga dinamika sosial.


Kapolres Sukoharjo AKBP Wayu, dia mengatakan adanya kebijakan Presiden, dan ditindak lanjuti intruksi Bupati terkait pengaturan bidang usaha dan jam oprasionalnya, tentunya kami bekerjasama dengan steak holder yaitu TNI dan Satpol PP untuk melaksanakan operasi Yustisi dan itu paling sering dilakukan bahkan setiap hari dan malam hari oleh Polres maupun Polsek, jelasnya saat di temui di ruang kerjanya. Jumat (6/8/2021).


Operasi Yustisi, lanjut kata Kapolres," untuk menertibkan tempat tempat usaha yang melebihi jam oprasional, serta pengunjungnya yang melebihi batas yang sudah kita tentukan kita lakukan penertiban. Terkait sejumlah penyekatan untuk mengurangi mobilitas masyarakat, khususnya yang mau masuk ke arah kota Sukoharjo. Untuk strategi penanggulangan Covig 19 dilakukan seperti kampanye Prokes, kegitan 3T dan percepatan Vaksinasi itu juga kita lakukan," ungkapnya. 


Kapolres mengatakan dalam melaksanakan penyekatan dengan cara humanis. Bagi yang masuk kota dilakukan seleksi, apabila mempunyai surat bekerja sektor kritikal diarahkan masuk, namun bila tidak ada diarahkan kembali," jelasnya.



Kapolres  juga mempersilahkan awak media meliput kegiatan penyekatan guna pemberitaan sebagai edukasi untuk masyarakat 


Pihaknya akan memberikan sanksi bagi para pelanggar prokes, dan sanksinya lebih banyak dalam bentuk teguran dan himbauan.


Ia menjelaskan bahwa penyekatan perpanjangan PPKM di bagi menjadi tiga lokasi/ Sektor yaitu pertama sektor kota Sukoharjo dan beberapa titik, kedua di daerah Grogol ada beberapa titik, dan yang ke tiga di Kartosuro yaitu di ngasem, jelasnya.


Disamping itu, ia menjelaskan adanya bantuan yang diterima oleh Pemerintah pusat yaitu dari kementrian menko marives  14 ton beras, Kesekertariatan presiden 6 ton beras, Kapolri 800 paket sembako, dan dari partisipasi masyarakat.


Dalam pendistribusian bansos melibatkan Babinkamtibmas  bekerjasama dengan Babinsa dengan menggunakan data dari Dinas Sosial penerima bantuan. Penyalurannya dengan menyambangi kerumah rumah, ada yang dipanggil untuk datang ketempat tertentu guna untuk simbolis sifatnya.


"Bentuk kemitraan dengan media kita jalin tentunya, terutama dalam hal akses informasi kegitan kita secara transparan," pungkasnya.


Vio Sari/tim.

Post a Comment

To be published, comments must be reviewed by the administrator *

Lebih baru Lebih lama
Post ADS 1
Post ADS 1