TTG Tidak Dibeli, DD Terancam Tak Dicairkan


Trans Sulteng.com 
Donggala - Panitia Hak Angket DPRD Donggala menghadirkan Ketua BPD Desa Ketong Kecamatan Balaesang Tanjung bernama Ilham dan bersama anggotanya, untuk memberikan keterangan dihadapan Sidang Panitia Angket diruang Sidang Utama Kantor DPRD Donggala pada Kamis 12 Agustus 2021.


Dimana Sidang Angket DPRD itu terkait dengan masalah Teknologi Tepat Guna (TTG). Dalam kesempatan itu, Ilham dan Bahris sebelum memberikan keterangan terlebih dahulu diambil sumpahnya untuk memberikan keterangan yang sebenar-benarnya soal menyangkut TTG.


Dan dikatakannya bahwa, awal mereka ketahui tentang TTG itu berdasarkan laporan masyarakat pada saat mau menerima BLT Covid-19. Dimana warganya melaporkan kepada mereka, “Kami (Warga) menandatangani penerimaan BLT sebesar 900 ribu per orang, tapi hanya diterima 600 ribu saja, karena alasan dari Kepala Desa yang 300 ribu itu dipotong untuk pembayaran dan pembelian TTG,”bebernya.


Salah satu anggota Panitia Angket DPRD Erlansyah setelah mendengarkan keterangan tersebut ia memberikan pertanyaan, “Apakah TTG ada dalam RPJMDesa? Dan di Dokumen mana TTG masuk? Tanya Erlanlansyah.


Kemudian Ilham menjawabnya,”TTG ini kami tidak ketahui, makanya kami berdua ini (Ilham dan Bahris) tidak mau tanda tangan persetujuan APBDesa Perubahan 2020, kami juga heran, kalau memang ada dananya di APBDesa Perubahan kenapa di potong lagi dana BLT masyarakat,”ucap ilham.


Ilham mengungkapkan, bahwa satu kampung warga Desa Ketong sudah ketahui,”Kalau tidak dibeli itu TTG maka Dana Desa (DD) tidak akan dicairkan oleh Bupati Donggala,”bebernya. 


Tim

Post a Comment

To be published, comments must be reviewed by the administrator *

Lebih baru Lebih lama
Post ADS 1
Post ADS 1