Angket DPRD Donggala : Dana 400 Juta Menjadi Tanda Tanya.

 



TRANS SULTENG - DONGGALA - Untuk menyelidiki dugaan pelanggaran peraturan perundang-undangan terhadap SK Bupati Donggala tentang Pemberhentian Sementara Kepala Desa Marana Lutfin.


Panitia Angket DPRD Donggala menghadirkan perangkat Desa Marana Kecamatan Sindue Kabupaten Donggala diruang Sidang Utama Kantor DPRD Kabupaten Donggala Senin (06/09/2021). dan perangkat Desa tersebut ialah Sekretaris Desa dan Bendahara Desa.


Sebelum Panitia Angket menanyakan beberapa hal terkait pemberhentian sementara Kepala Desa Marana, perangkat Desa tersebut terlebih dahulu mengambil sumpah.


Bendahara Desa Marana Fintha mengatakan, sejak dia menjabat sebagai Bendahara Desa pada saat Lutfin menjadi Kepala Desa Marana periode pertama,  dan sampai saat ini dirinya masih berstatus sebagai Bendahara Desa.


“Saya menjabat sebagai bendahara pada saat Lutfin menjadi Kepala Desa, hanya saja sejak masuknya pjs Serlin sebagai Kepala Desa penggelolaan keuangan sudah tidak dapat dikontrol lagi, saya dikaur keuangan sekaligus Bendahara Desa, dan saya mengelola keuangan Desa dari pencairan, penggunaan dan penata usahaan, tapi sejak Serlin pjs, Dana Desa tidak pernah distorkan kesaya,”kata Fintha dihadapan Panitia Angket.


Fintha pun menjelaskan, bahwa saat itu rasa kecurigaan mulai muncul kepada Serlin, pada saat ada pembagian Dana BLT, padahal penarikan dana harus sepengetahuan Fintha sebagai Bendahara Desa, dan pencairan di Bank masih menggunakan tanda tangan Bendahara Desa.


“Termasuk Dana 400 juta yang ditarik Serlin, padahal saya bendahara dan kami curiga kenapa ada Dana BLT dibagikan? Saya ke Bank BPD cabang Palu, untuk mencetak rekening Koran, saya melihat ada penarikan setelah Lutfin dilantik sebagai Kepala Desa Marana pada Tanggal 10-11 Agustus 2020 lalu, kemudian saya cetak lagi rekening Koran, dan disitu ada pencairan lagi pada Bulan September 2020,”sebut Fintha.


Sementara Sekretaris Desa Marana Sofyan dalam keterangannya menjelaskan, bahwa pada saat dia diberhentikan oleh Serlin sebagai pjs Desa Marana, dirinya sudah menjabat sebagai pejabat Desa Marana sejak periode pertama Lutfin sebagai Kepala Desa.


“Pak Lutfin ini Kepala Desa di Desa Marana Dua periode, makanya dia selalu dihalangi menjadi Kepala Desa lagi, dari sejak pendaftaran sampai sekarang,”kataSofyan.


Sofyan menambahkan, bahwa pada masa Serlin menjabat sebagai pjs di Desa Marana, kami diberhentikan sepihak, penyebabnya tidak kami tau, “saya tanya apa dasarnya kami diberhentikan, dan saya tidak dapat jawaban dari ibu Serlin, bahkan gaji kami belum terbayarkan, dia (Serlin) hanya sibuk membuat perangkat Desa baru,”kesalnya.


Dari hasil keterangan perangkat Desa Marana dihadapan Panitia Angket, menuai pertanyaan Ketua Pansus Hak Angket Abd. Rasyid terkait soal Dana 400 juta, Sekretaris Desa Sofyan menjawab, kronologis penarikan Dana itu tak diketahuinya dan tanpa sepengetahuannya.


“Yang gunakan Dana 400 juta itu ibu Serlin, Pak Lutfin tidak terlibat di Dana 400 juta itu, maaf pak Ketua, kronologis penarikan uang 400 juta saya tidak tau,”jelasnya. **(TIM)**   

Post a Comment

To be published, comments must be reviewed by the administrator *

Lebih baru Lebih lama
Post ADS 1
Post ADS 1