Kreativitas Ibu PKK kelurahan Tondo menyulap limbah menjadi rupiah

Trans Sulteng,PALU menyulap limbah botol plastik minuman air mineral menjadi rupiah.memang tak ada batasnya. Hal yang sama juga tampaknya berlaku oleh tiga kelompok terdiri dari Perempuan Adipura Kota Palu, PKK Kelurahan Tondo dan Kelompok Forum Anak.


Fadlun, Koordinator pembuat kerajinan menjelaskan, adapun cara pembutan itu dengan memasukan kain atau kertas ke dalam botol bekas. Itu dilakukan agar botol tersebut padat, dan mampu menahan beban.


Kemudian 19 botol itu disusun hingga membentuk lingkaran, lalu diikat dengan erat. Setelah itu, lalau di atasnya dilapisi kain yang sudah dijahit dengan busa atau spon.


“bahan kain bekas kami dapat dari tukang jahit, sedangakan kertas kami peroleh dari tempat foto copy atau kantor-kantor kelurahan,” jelas Fadlun,Rabu (15/9/2021).

“Bahan itu kami gunakan, agar tempat usaha foto copy atau kantor-kantor tidak membakar kertas, karena itu akan membut polusi,” tambahnya.


Adapun produksi kerajinan tiga kelompok itu juga sudah dipasarkan dalam Kota Palu, melalui media sosial. Kisaran harga antara Rp 75 ribu hingga Rp 150 ribu, sesuai dengan ukuran.


“Kami berharap dengan kerajinan ini bisa juga menambah penghasilan bagi ibu-ibu yang kami bina khususnya, apalagi di masa pandemi saat ini,” ujar Fadlun.


Fadlun juga menambahkan, kegiatan membuat tempat duduk dari botol plastik bekas tersebut telah berjalan dua bulan. merupakan bentuk kepedulian terhadap lingkungan dari pencemaran sampah.


Adapun ilmu diperoleh dalam membuat kerajinan itu, melalui pelatihan oleh mahasiswa Kesehatan Kampus, Universitas Tadulako (Untad).


“Kami dilatih selama tiga hari, dan saat pelatihan juga kami diberikan alat-alat pembuatanya,” kata Fadlun.


Ia juga menuturkan, bahan diperoleh untuk membut kerajinan itu,kami mendatangi langsung ke lingkungan rumah warga. (NDY

Post a Comment

To be published, comments must be reviewed by the administrator *

Lebih baru Lebih lama
Post ADS 1
Post ADS 1