Kondisi Cuaca Kota Palu Yang Tak Menentu Membawa Dampak Kepada Para Pelaku Usaha Ikan Asin Dimana Menyebabkan Lamanya Proses Penjemuran.

 



TRANS SULTENG - PALU -  curah hujan yang hampir setiap hari membuat para Nelayan dan pengusaha ikan agak melambat Hal itu di ungkapkan oleh Andi Megawati yang merupakan pelaku usaha ikan asin di daerah mamboro. Ia menjelaskan jika cuaca normal proses penjemuran hanya memakan waktu satu setengah hari. Namun saat cuaca tidak menentu penjemuran bisa sampai empat hari.


"Pengaruh cuaca ini membuat lama proses penjemuran, untungnya ikan-ikan yang sudah kami beli,kami beri garam sehingga ikannya tidak ada yang membusuk walaupun belum di jemur."ujar Andi Kamis,(9/9/21)


Andi menambahkan, meskipun berpengaruh pada proses penjemuran melambat ,akan tetapi omset penjualan kami sama sekali tidak ada penurunan. 


Meskipun dalam kondisi cuaca tak menentu, Andi sama sekali tidak kekurangan pasokan ikan, sebab ikan-ikan yang kami beli, tidak hanya berasal dari kota palu saja melainkan dari daerah Pantai Timur, Pantai Barat, Morowali bahkan tak jarang dirinya mengambil pasokan ikan-ikan dari daerah Kalimantan.


Andi menambahkan ,ikan yang kami kelolah ini jenis nya bermacam -macam dari ikan Rono, Tembang, ikan batu, ikan lajang, ikan cakalang, ikan bete-bete, ini jenis-jenis ikan yang bisa di jemur.


Untuk penjualan ikan asinnya sendiri, Andi mengaku menjualnya sampai ke luar daerah kota palu, seperti Surabaya, JakartaTimur , Sulawesi Selatan dan masih banyak daerah lainnya. Serta untuk permintaan pengiriman terbanyak ada di daerah Kupang ungkap Andi Megawati ,Windy.

Post a Comment

To be published, comments must be reviewed by the administrator *

Lebih baru Lebih lama
Post ADS 1
Post ADS 1