Rakor Penanganan Dan Percepatan Vaksinasi Covid-19 Pemkab Donggala Resmi Ditutup Sekaligus Melakukan Penandatanganan Kesepakatan Oleh Perwakilan Peserta

 

TRANS SULTENG-DONGGALA, Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan dan Percepatan Vaksinasi Covid-19 Kabupaten Donggala Tahun 2021yang berlangsung selama 3 hari di Hotel Best Westren Coco Plus di Kota Palu resmi ditutup, Jumat (08/10/2021). Dimana dalam pelaksanaan Rakor tersebut Wakil Bupati Donggala, Moh. Yasin, S. Sos., M. Ap, didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Donggala, Dr. Rustam Efendi, S. Pd., SH., M. Ap dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Donggala, H. Muzakir Ladoali, S. Sos., M. Si, menutup secara resmi kegiatan Rakor tersebut.

Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Kesehatan H. Muzakir Ladoali menyampaikan kesimpulan hasil Rakor diantaranya yaitu Pertama, Seluruh peserta Rakor berkomitmen melaksanakan percepatan Vaksinasi di akhir bulan Desember 2021, minimal 70 persen masyarakat tervaksinasi pada seluruh kelompok sasaran.

Yang Kedua yaitu, Koordinasi seluruh pihak yang terkait antara Pemerintah Kabupaten, Kecamatan, Kelurahan dan Desa serta institusi TNI dan Polri lebih di tingkatkan.

“Tetap terjaga penanganan dan percepatan vaksinasi Covid-19 dalam rangka kelancaran oprasional khususnya para Camat, Danramil, Polsek dan jajarannya harus mendapat perhatian dukungan dari Pemerintah Kabupaten Donggala,”terangnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Donggala Moh. Yasin mengatakan, masalah dilapangan kadang pasti terjadi terkait permasalahan pelaksanaan tugas, karena cara orang berpikir berbeda-beda latar belakang wawasan dan pengetahuan masyarakat juga berbeda-beda.

Sehingga sebagai pemimpin di Desa, Kecamatan maupun di Daerah betul-betul melakukan komunikasi yang baik, yang sesuai dengan karakter dan pemahaman masyarakat di wilayah tempat kerja masing-masing.

“Pada kesempatan ini, bahwa apa yang kita lakukan bukan hanya untuk kepentingan Donggala, tetapi ini juga kepentingan Nasional dan Dunia. Apa yang kita lakukan hari ini mendapat kendala yang begitu besar, terbukti baru berapa persen kita melaksanakan vaksin. Karena ada maindset yang menurut saya perlu kita perbaiki bersama-sama,”kata Moh. Yasin.

Moh. Yasin menuturkan bahwa perlu melakukan sosialisasi dengan merubah maindset, bahwa vaksin bukan karena pemenuhan syarat, tetapi vaksin itu hak masyarakat untuk mendapatkan kesehatan.

“Dalam melaksanakan tugas jangan ada lagi upaya intimidasi, kita paham dan mengerti, tidak semua Camat dan Kepala Desa mampu melakukan itu, tetapi dengan cara yang telah disampaikan sebelumnya oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Donggala bahwa melakukan pendekatan secara persuasive itu penting,”terangnya.

Dalam pelaksanaan Rakor, walaupun terdapat perbedaan pendapat dan pandangan, Moh. Yasin berharap agar tidak mengurangi kebersamaan dalam melaksanakan tugas, dan jadikanlah perbedaan tersebut sebagai kekayaan dengan selalu melakukan konsultasi, tutupnya.

Kegiatan penutupan Rakor tersebut dilanjutkan dengan penandatanganan kesepakatan oleh perwakilan peserta Rakor yaitu Camat Sojol, Danramil Donggala, Kapolsek Labuan, Kepala Desa Malino, Lurah Maleni, dan Kepala RSUD Kabelota Donggala.(Syamsir)     

Post a Comment

To be published, comments must be reviewed by the administrator *

Lebih baru Lebih lama
Post ADS 1
Post ADS 1