Pastikan Anggota Tak Datangi THM, TNI-Polri Genjar Lakukan Razia


TRANS SULTENG, Palu - Jajaran Propam Polres Palu bersama Detasemen Polisi Militer (Denpom) TNI AD menggelar operasi penegakan disiplin bersama dan razia ke sejumlah tempat hiburan malam (THM) di Kota Palu. 

Razia tersebut guna memastikan bahwa tidak adanya anggota yang mendatangi tempat hiburan.

Kapolres Palu AKBP Bayu lndra Wiguno,S.I.K. M.I.K melalui Kasi Propam IPDA Umar Lahabe kepada wartawan mengatakan kegiatan bersama TNI-Polri ini dilakukan pada Sabtu (31/10/21) malam. 

Kegiatan itu juga menindaklanjuti dari arahan pimpinan Polri pasca-adanya kejadian penembakan Bripka CS yang menewaskan anggota TNI di Jakarta.

Hal tersebut Menindaklanjuti kejadian di Jakarta dimana ada oknum anggota Polri yang melakukan tindakan yang melanggar norma dan tindak pidana di tempat hiburan. 

"Oleh karena itu, kita tindaklanjuti dengan kegiatan operasi penegakan disiplin bagi anggota Polri dan TNI yang berada di THM," tegas Umar dalam keterangannya, Minggu (31/10/2021).


Ditegaskannya Polri Larang Polisi ke Tempat Hiburan malam, Jika ada masyarakat yang melihat diminta untuk segera melaporkan.

"Kegiatan ini merupakan implementasi kebijakan pimpinan Polri, bahwa sinergitas TNI-Polri harus lebih harmonis lagi dalam setiap kegiatan," sambungnya.

Operasi bersama yang melibatkan sekitar 20 anggota tim gabungan ini menyasar N.Club , Fortune , Karaoke Desi , Resto & KTV 89 , Swiss bell Hotel di wilayah kota Palu, Seluruh pengunjung dan para pekerja tempat hiburan diperiksa identitasnya satu per satu.

Tercatat lebih dari 10 tempat karaoke yang diperiksa petugas gabungan. Petugas juga mengingatkan para pengunjung untuk tetap mematuhi protokol kesehatan. Petugas tidak menemukan adanya anggota TNI-Polri yang berada di tempat hiburan malam.

"Operasi sinergi TNI-Polri tidak menemukan adanya anggota yang berada di tempat hiburan," katanya lagi.

Kasi Propam Polres Palu Ipda Umar memastikan akan menindak tegas anggota yang datang ke tempat hiburan.

 "Perintah atasan jelas, tidak boleh ada anggota TNI-Polri yang berada di tempat hiburan. Apabila ditemukan, khususnya anggota Polri, maka akan kita tindak tegas," tegas Umar

Lebih lanjut, Umar juga mengingatkan para pengelola tempat hiburan mematuhi protokol kesehatan dan juga peraturan tentang pembatasan jam malam.

"Kepada pengunjung kita edukasi juga tentang pencegahan COVID-19, sementara pengelola hiburan malam kita ingatkan untuk mentaati prokes dan aturan pembatasan jam malam yang berlaku, yakni sampai pukul 22.00 Wita," ujarnya.IBRA/HMS

Post a Comment

To be published, comments must be reviewed by the administrator *

Lebih baru Lebih lama
Post ADS 1
Post ADS 1