BUPATI TOLITOLI MENGAKU DIRINYA ADALAH PREMAN

 


Trans Sulteng,Di hadapan seluruh pengasuh dan santri Pondok Pesantren Sirojul Ma'ruf Dapalak Tolitoli, Bupati Tolitoli Amran Hi Yahya mengaku bahwa dirinya adalah Preman namun Preman yang dimaksud adalah singkatan dari Pemuda Remaja Anti Narkoba.

Hal itu disampaikan oleh Bupati Amran Hi Yahya saat memberikan sambutannya pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1443 Hijiriyah yang dirangkaikan dengan peresmkan Padepokan Blangkon Bershalawat (PBB) pada Sabtu malam (27/11) yang juga turut dihadiri oleh Walikota Palu Hi. Hadianto Rasyid, SE. 

Bupati mengatakan setiap orangtua ingin memberikan segala apapun yang bisa diberikan untuk anak-anaknya, cinta, kasih sayang, materi, perhatian, segalanya tercurah untuk anak. Hingga terkadang sadar atau tidak, orangtua sudah terlalu memanjakan anak secara berlebihan. Olehnya itu Bupati mengingatkan kepada seluruh orang tua agar jangan terlalu memanjakan anak, dan yang paling penting tiap orang tua harus dapat menjaga, merawat serta mendidik anaknya agar tidak terjerumus dalam jurang masa depan yang suram. Salah satu cara efektif untuk melandasi pertumbuhan anak adalah nilai-nilai agama sehingga itulah sebabnya setiap.orang tua yang memasukkan anaknya untuk mondok di pesantren dijamin masuk surga, kata Bupati.

Padepokan Blangkon Bershalawat (PBB) yang berkedudukan di Pondok Pesantren Sirojul Ma'ruf merupakan suatu lembaga yang dapat mewadahi generasi muslim untuk senantiasa bershalawat guna memperoleh syafaat tanpa membedakan dari suku bangsa apa ia berasal. Dengan demikan hal-hal negatif yang dapat menyebabkan suramnya masa depan dapat terhindarkan.

Selain Bupati Tolitoli Amran Hi Yahya,  yang juga memberikan sambutan masing masing Walikota Palu H. Hadianto Rasyid, SE, Ketuan Yayasan Adda'wah Rudi Bantilan, S.Sos.,M.Si, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tolitoli Hi. Muchlis, S.Pd.i, Pimpinan Pondok Pesantren Sirojul Ma'ruf Kiyai Abd. Mujib Purwanto, S.H.I serta Ketua Padepokan Ragil Hidayat.

Menyinggung masalah Maulid Bupati Tolitoli Amran Hi Yahya mengatakan, hikmah dan pelajaran perjuangan Nabi Muhammad SAW bagaikan mata air yang tidak pernah kering. Semakin kita dalami perikehidupan Rasulullah semakin terasa agungnya nilai-nilai luhur ajaran islam. nilai-nilai luhur itulah yang mampu membimbing kita untuk menapaki kehidupan di dunia yang penuh dengan tantangan dan cobaan. 

Pada kesempatan itu, Walikota Palu H. Hadianto Rasyid, SE yang berpesan kepada para santri untuk tetap semangat dalam menuntut ilmu agama. Menurutnya kehidupan di pondok pesantren memang tidak seenak bersama orang tua tapi hal ini harus dijalani untuk membentuk anak-anak ini lebih mandiri

Allah memberikan petunjuk, maka anak anak ini dipilih oleh Allah untuk menjadi tiket bagi orang tua masuk dalam surga 

Walikota Palu juga mengatakan Nabi Besar Muhammad adalah rahmat bagi kita semua, sehingga apa yang beliau lakukan menjadi suri tauladan bagi kita semua.

Acara ini turut dihadiri oleh Ketua Tim Penggerak PKK Ny. Sriyanti Amran Dg. Parebba, Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut Tolitoli Hariono, SH.M.Ter (Hanla), sejumlah pejabat Pemda,  seluruh pimpinan Ponpes se Kota Tolitoli. Sedangkan yang membawakan hikmah maulid adalah Ustadz Herman Dg. Tuju, S.Pd.i Prokopim Setdakab /SD


Post a Comment

To be published, comments must be reviewed by the administrator *

Lebih baru Lebih lama
Post ADS 1
Post ADS 1