Hidupkan Tradisi Manaqib Syekh Abdul Qodir Jailani, Ini Harapan Sekwil IPNU Sulteng




Trans Sulteng, Palu- Adalah Syaikhona Abdul Qodir Jailani wafat pada tgl 11 Rabiul Akhir, merupakan Tokoh Sufi terkemuka di dunia. Olehnya untuk mengenang beliau  Warga Nahdliyin sebagian besar menyelenggarakan tradisi sewelasan atau solasan (red sebelasan) disetiap bulannya.


Hal itu diungkapkan Sekretaris Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Sulawesi Tengah (Sulteng), Rekan Sulistiawan, Senin,(15/11/2021) malam.


Dijelaskannya tradisi tersebut di isi dengan baca Manaqib (seremonial pujian) Syaikh Abdul Qodir  Al-Jailani yang dirayakan setiap tanggal 11 (Sebelas) Hijriyyah. 


"Kami sengaja menyelenggarakan ini karena bagi Anggota dan Kader IPNU, sudah seharusnya Tradisi Amaliah aswaja an Nahdliyyah tertanam pada diri masing-masing," ujar Wawan.


Sebab IPNU merupakan gerbang awal dalam mengenal, memahami dan menjaga Tradisi Ahlussunnah Wal Jama'ah an-Nahdliyyah. Apalagi terdapat makna dua Bulu Angsa pada Lambangnya.


"Kami belum menyelenggarakan Rapat Kerja (Raker) untuk menyusun Program baik Jangka pendek sampai Jangka Panjang," ungkapnya lagi.


Namun tambahnya, dirinya yang dipercayai sebagai Sekretaris Wilayah akan perjuangkan agar kiranya dapat disepakati sebagai program kerja jangka pendek ketika di Rapat Kerja nanti. 


"Bahkan bisa jadi tidak hanya Manaqibul Akbar saja nanti, masih banyak Tradisi Amaliyah yg harus digali, dikaji dan di syiarkan oleh Para Pelajar NU pada Masyarakat sekitar," sebut Wawan sapaan karibnya.


Lebih jauh ditekankanya Almuhafadzhotu 'alal Qodim Sholih wal Akhdu bil Jadiidil Ashlah. Ini harus dijiwai oleh Warga NU. Dimana lagi kalau bukan dimulai internal kader IPNU -IPPNU, khususnya di Sulteng.


Dijelaskanya, sekilas tentang Syaikh ‘Abdul Qadir al-Jailani’ adalah wali quthub yang sangat istimewa, beliau adalah Shulthonul Awliya' atau Ratunya para Wali yang mana dalam hal ini sudah pasti dapat mendatangkan berkah dalam kehidupan seseorang.

 

"Melalui agenda ini, kami berharap semoga dalam Kepengurusan saat ini maupun yg akan datang, ditingkatan manapun, dapat berjalan sesuai Arah dan Tujuan mengapa IPNU didirikan oleh para Muassis NU," pintanya.


Semoga Kader-kader NU, bisa diberikan kekuatan agar tetap istiqomah dalam menjalankan Tugas dan Tanggungjawab. Terutama dalam Tubuh Nahdliyin, terkhusus Kader muda NU. Ibra/wan.

Post a Comment

To be published, comments must be reviewed by the administrator *

Lebih baru Lebih lama
Post ADS 1
Post ADS 1