Viral!! Beredar Statment Kasat Lantas Tuai Kritik, Advokat Defi Iskandar SH MH Angkat Bicara


Transsulteng,Muba sumsel- Beberapa media online pekan ini kerap kali membagikan sebuah berita dengan berbagai judul terkait peristiwa yang menewaskan MD pengendara R2 yamaha Vega Zr versus Pengendara R4 Kijang Super 1989 Pada minggu 02/01/22 dan di langsungkan gelar perkara pada tanggal 03/01/22 lalu.

Terkait musibah yang menimpah MD tersebut beberapa kalangan aktivis dan praktisi hukum geram terhadap statment Kasat lantas polres muba, yang memaparkan kepada media Bahwa proses hukum dihentikan (Sp3) karena antara tersangka dan korban sudah sepakat melakukan perdamaian.

Hal tersebut langsung di bantah oleh Advokat Defi Iskandar SH MH, menurut hemat dia bahwa kasat lantas telah keliru dalam berstatment. Karena dalam hukum Istilah perdamaian itu tidak diatur dalam UU, Lantas bagaimana bisa menghentikan proses penyelidikan??? Hanya saja dapat menjadi pertimbangan hakim di muka persidangan dan sebagai itikad baik, Tapi tidak dapat menggugurkan suatu pidana. Sudah sangat jelas UU yang bicara seperti itu.

Kemudian awak media transsulteng mencobah melakukan klapikasi/konfirmasi lewat whatsapp,08-01-2022,jam 20-44 wib kasat lantas AKP SANDI  Dilansir dari laman website media Online TRCNEWS.ID Akp sandi mengatakan "Namun karena Tersangkanya meninggal dunia penyidik menerapkan pasal 109 ayat 2 KUHAP dan pasal 77 KUHAP, 109 ayat 2 KUHAP Dalam hal penyidikan menghentikan penyidikan karena tidak terdapat cukup bukti atau peristiwa tersebut bukan merupakan tindak pidana atau penyidikan dihentikan demi hukum.

” Pasal 77 KUHAP kewenangan menuntut pidana hapus, jika si tertuduh meninggal dunia, Berkaitan tidak ditahannya pengemudi R4 dikarenakan, pengemudi R4 Kijang super dalam perkara laka lantas ini merupakan korban, serta sudah berusaha menolong tersangka dengan membawa tersangka kerumah sakit,” jelas Perwira Lulusan Akpol ini.Mengenai pernyataan yang di kutip tersebut, Defi tetap pada argumen nya bahwasan nya Kasat lantas polres muba telah keliru, Logika saja Apakah relevan seseorang yang sudah meninggal dunia akibat kelalaian yang menyebabkan hilang nya nyawa seseorang di tetapkan sebagai tersangka?? Ini pertanyaan besar menurut hemat saya sebagai lawyer.

"Jika posisi pengendara R4 sebagai korban dalam peristiwa ini, Kenapa dia melakukan perdamaian dan menyantuni tersangka, Bukankah sudah sepatut nya ia mendapatkan hak nya untuk menerima santunan dsb??"Lebih lanjut, Defi meminta kepada Polres Muba Agar menegakkan keadilan sesuai ketentuan Undang-Undang yang berlaku, Dikatan beliau dengan tegas dan penuh semangat. (Senen)

Post a Comment

To be published, comments must be reviewed by the administrator *

Lebih baru Lebih lama
Post ADS 1
Post ADS 1