DI KABUPATEN DONGGALA SEKOLAH TETAP JALAN, GURU DAN SISWA WAJIB VAKSIN


TransSulteng,Donggala-Memperhatikan jumlah target sasaran wajib vaksin di Kabupaten Donggala bagi anak usia 6 sampai 11 tahun. Sebagaimana surat edaran Bupati Donggala Nomor : 440/0137/Bag.Tapem, tentang pemberlakuan wajib vaksin di Kabupaten Donggala yang belum divaksin bagi siswa usai 6 sampai 11 tahun, pertama tidak di perkenankan mengikuti pembelajaran tatap muka dan kedua, menunda pemberian bantuan yang bersumber dari APBN dan APBD (Beasiswa/Program Indonesia Pintar (PIP) dan sebagainya yang sejenis).

Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Donggala H. Kasmudin, SS., MM, mengunggapkan bahwa terkait dengan surat edaran Bupati Donggala sudah benar. Untuk pembelajaran di sekolah tetap berjalan seperti biasa, jika yang sudah tervaksin diperbolehkan untuk tatap muka disekolah, jika yang belum divaksin dilakukan secara darin.

“Sekolah tetap jalan, yang sudah tervaksin boleh melakukan tatap muka, yang belum divaksin kita lakukan secara darin saja, nanti menunggu setelah divaksin baru bisa tatap muka, kita lakukan itu sesuai dengan aturan dan kita tetap berpedoman dari situ,” ucap H. Kasmudin diruang kerjanya, Senin (21/02/2022).

Untuk sekolah di wilayah Kabupaten Donggala tidak ada ditutup kata H. Kasmudin, cuma berpariasi dan tidak semua siswa yang sekolah, artinya dibagi menjadi dua kelompok contoh hari ini sebagian besok sebagian, karena Donggala masih level 2. Sesuai keputusan SKB 3 bersama 4 Menteri tentang panduan penyelenggaraan pembelajaran di masa Pandemi Covid-19, dan itu kita lakukan secara terbatas.

“Aturan itu kita lakukan sesuai keputusan empat Menteri. Anak sekolah yang belum divaksin itu tinggal menunggu saja, karena sesuai dengan surat edaran Bupati Donggala, yang belum divaksin kita lakukan secara darin yang sudah tervaksin diperbolehkan untuk tatap muka, cuma secara terbatas,” jelasnya.

Ditanya terkait siswa yang sudah divaksin H. Kasmudin mengaku bahwa dirinya belum menerima data dari Dinas Kesehatan mengenai siswa yang sudah tervaksin, cuma dia hanya memberikan jumlah siswa saja kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Donggala.

H. Kasmudin (Kadis) menambahkan, guru yang belum divaksin tidak bisa tatap muka dengan siswa, dengan alasan karena anak murid sudah divaksin sementara gurunya belum divaksin itu tidak diperbolehkan untuk mengajar, begitupun dengan siswa kecuali dia mempunyai alasan tertentu.

“Alasan tertentu itu seperti penyakit bawahan, alergi, konsumsi obat-obatan, jika guru tidak mempunyai penyakit bawahan terus tidak mau divaksin yaa itu salah, dan kita harus memberikan sanksi terhadap mereka, karena ini adalah Nasional punya dan sudah menjadi aturan wajib hukumnya harus ditaati,” tegasnya,laporan pewarta,Syamsir.         

Lebih baru Lebih lama
Post ADS 1