Notification

×

Iklan

Iklan

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Pembangunan Proyek Beronjong Di Sungai Tuweley, Faisal Lahadja Lakukan Fungsi Pengawasan

Sabtu, 12 Februari 2022 | Februari 12, 2022 WIB | 0 Views Last Updated 2022-02-12T10:27:05Z


TransSulteng,ToliToli - Anggota Komisi IV DPRD Propinsi Sulteng Moh. Faisal Lahadja.SE  meninjau lokasi pelaksanaan pembangunan pemasangan beronjong di bantaran sungai yang ada di Kelurahan Tuweley pada (Sabtu 12/02/22).Hal tersebut dilakukan oleh Faisal Lahadja adalah sebagai bentuk dari tanggung jawabnya dalam kapasitasnya melaksanakan fungsi pengawasan sebagai pejabat di legislatif DPRD provinsi Sulawesi tengah.                      

Moh. Faisal Lahadja kepada media ini menuturkan," Peninjauan dilokasi proyek bencana yang ada di sungai kelurahan Tuweley ini merupakan salah satu tugas Komisi IV di DPRD Propinsi Sulteng yang mempunyai tugas ruang lingkupnya di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulteng.

Kalau tugas pengawasan yang melekat di Komisi IV salah satunya membidangi BPBD Sulteng, sehinggah kedatangannya di lokasi proyek bencana semata mata hanya meninjau pelaksanaannya,” Kata Faisal Lahadja.                                    

Lanjut Faisal, anggaran yang digelontorkan untuk pekerjaan bencana ini murni APBD Propinsi Sulteng di pos anggaran Biaya Tak Terduga (BTT) di BPBD Provinsi Sulteng yang pagu anggatannya mencapai Rp 11 miliyar.                      

BPBD adalah bagian dari mitra kerja, anggarannya murni dari APBD Propinsi Sulteng pada pos belanja BTT di BPBD Sulteng.   


Moh.Faisal Lahadja berharap dengan turunnya anggaran BTT sebesar 11 milyar pada kegiatan pelaksanaan penanganan darurat sungai Tuweley dapat mengatasi masalah banjir yang ada di Tolitoli khusus di sungai Tuweley," Ungkap  Faisal.                         Kunjungan Anggota Badan Anggaran (Banggar) di DPRD Propinsi Sulteng ini bersama konsultan pengawasan dan konsultan perencanaan pekerjaan.   

Sementara konsultan perencanaan Fadli di konfirmasi terkait progres pekerjaan yang telah dicapai mengatakan," Sejak November 2021 sampai saat ini progres pekerjaannya telah mencapai 65 persen, dan yang telah di bayarkan kepada pihak pelaksana baru sekitar 30 persen atau sekitar Rp 3 milyar.                                    Kalau dana BTT sistim pembayarannya lain, di kerja dulu baru di bayar, dan saat ini progres pekerjaannya sudah melebihi dana yang telah di bayarkan,” Jelas Fadli.. WAHYU 

×
Berita Terbaru Update
close
Banner iklan disini