BUPATI TOLITOLI TINJAU LOKASI BANJIR, WARGA DIMINTA TIDAK MEMBANGUN DI BANTARAN SUNGAI

 

TransSulteng -ToliToli-Hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Tolitoli pada selasa malam (22/3) hingga rabu dinihari (23/3) telah menimbulkan banjir bandang di beberapa titik. Dampak yang ditimbulkan oleh terjadinya banjir tersebut mengakibatkan kerusakan sejumlah sarana dan parasarana diantaranya putusnya ruas jalan dan jembatan yang menghubungkan Kabupaten Tolitoli dan Kabupaten Buol di wilayah Kecamatan Galang dan Kecamatan Dako Pemean, jembatan di Dusun Malempak Desa Dadakitan Kecamatan Baolan serta meninggalkan endapan lumpur di permukiman warga di dalam Kota Tolitoli khususnya di wilayah Kelurahan Baru, Kelurahan Nalu dan Kelurahan Tambun Kecamatan Baolan. 

Menyikapi bencana banjir yang terjadi ini, Bupati Tolitoli Amran Hi. Yahya, rabu pagi (23/3) melakukan peninjauan di sejumlah titik yang terdampak banjir bersama Sekretaris Daerah Moh. Asrul Bantilan, S.Sos, Kepala Kepolisian Resor Tolitoli AKBP Ridwan Raja Dewa, S.IK, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Ir. Fadjar Suko Syuhadha, ST.,MT, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Nur Alam, ST.,MT, Kepala Dinas Perhubungan Herry O. Mendur, S.STP, Kepala Dinas Transmigrasi Roedollof, S.STP dan Kepala Bagian Prokopim Arham A. Jacub, SH. Lokasi yang dikunjungi meliputi SDN Negeri 20 Kelurahan Baru, hulu sungai Lembe di Kelurahan Baru, Rumah Sakit Umum Daerah Mokopido Tolitoli. 

Salah satu penyebab terjadinya banjir bandang di dalam Kota Tolitoli akibat Luapan sungai Lembeh yang tidak lagi mampu menampung debit air sehingga meluber ke permukiman warga termasuk menggenangi area salah satu obyek vital yakni RSUD Mokopido Tolitoli. Meluapnya sungai Lembeh ini disebabkan oleh tingginya sedimentasi di badan sungai serta telah terjadi penyempitan disebagian badan sungai sebagai akibat kesemrawutan bangunan milik warga yang sebagian sudah berada di atas bantaran sungai. Pemerintah Daerah sudah beberapa kali merencanakan untuk melakukan normalisasi sungai Lembeh tersebut namun terkendala dengan tidak adanya akses bagi alat berat untuk melakukan pengerukan dan pelurusan sungai. Oleh sebab itu, Bupati Tolitoli Amran Hi. Yahya meminta warga serkitar agar nantinya dapat memberikan akses bagi alat berat masuk ke badan sungai serta secara suka rela menyingkirkan bangunan yang berada di bantaran sungai, agar setiap musim hujan tiba musibah semacam ini tidak terjadi lagi. 

(Tim Liputan Bagian Prokopim Setdakab Tolitoli/SD/Wahyu.

Lebih baru Lebih lama
Post ADS 1
Post ADS 1