MUHAMMAD, TIGA SEKTOR UNTUK DIKETAHUI DALAM PENGEMBANGAN WISATA



TransSulteng,Donggala
,Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata Kabupaten Donggala, Muhammad, S.STP., M. Si, mengatakan terkait dengan pengembangan wisata di Donggala, ada tiga sektor yang harus diketahui, pertama ada manusianya dan masyarakatnya, yang kedua Fasilitas, ketiga pemerataan dan kewilayahan. “Tiga sektor ini akan merubah pola pikir masyarakat yang ada di perkotaan, apalagi sekarang kita tahu donggala sudah dicanangkan bahwa akan berdampingan dengan IKN,” ujarnya.

Lebih lanjut, tidak menutup kemungkinan Donggala ini kedepan akan menjadi smart city, hanya dibutuhkan informasi tourism. Dijelaskannya bahwa dalam kota ini harus ada informasi tourism, makanya ada dimensi kawasan yang dibagi dalam kepariwisataan, yang pertama kawasan bahari, khusus dalam kota ini yang ada di Sembilan Kelurahan rata-rata bahari, kemudian kedua ada kawasan Heritage, heritage inikan kota sejarah, ketiga kawasan Ekowisata, ekowisata ini seperti ada di Kelurahan Kabonga Besar, khusus mangrove bagaimana orang bisa meniliti ditempat itu.

“Jadi kawasan-kawasan ini harus teredentifikasi dengan jelas kemudian ada kerjasama antara masyarakat, pemerintah, swasta, ngo dan media, terutama media harus mempublikasikan, kelima ini masuk manusia dalam masyarakat itu untuk mengelola fasilitas-fasilitas kota,” kata Muhammad diruang kerjanya, Jumat (11/03/2022).

Dikatakannya lagi, sekarang Pemerintah Daerah ditahun 2022 ini sampai 2023 akan datang bagaimana pembangunan pariwisata itu mulai dari kota, mulai dari air, listrik, fasilitas jalan, kemudian koneksitas, nah ini wisata kota City Tourism.

Selain itu, ia juga melihat dalam kota donggala ini, khususnya untuk Kelurahan Labuan Bajo, kemudian Kelurahan Boya, dua Kelurahan ini yang konek dengan Haritts, kita perlu membangun ada tri day , tiga dimensi dibeberapa sudut kota untuk dijadikan instagram mebel untuk tempat foto, hari sabtu minggu donggala sudah punya pasaran sendiri untuk ditangani orang, kenapa kita tidak manfaatkan itu.

Olehnya itu, harus ada kaloborasi OPD, baik itu Dinas Perhubungan, DLH, Perindag, Pariwisata, Koprasi dan Kominfo, kenapa supaya pengunjung yang pulang dari wisata seperti tanjung karang akan dibikin one round  harus dibuat satu jalur, agar supaya pengunjung bisa dilihat kota yang dibuat.

Menurut Muhammad selaku Kadis Pariwisata dalam hal ini akan melihat, dan berencana berkantor di hari libur. “Rencana saya setiap hari minggu mereka (staf)  berkantor di objek wisata, karena di kantor saya itu ada tiga bidang, dihari Jumat saya liburkan, tapi saya gilir, contoh hari jumat bidang pemasaran saya liburkan, tetapi di hari minggu dia masuk, dan senin melaporkan apa kegiatan di hari minggu itu, sehingga apapun yang terjadi diwilayah itu, destinasi hadir Dinas Pariwisata, berikutnya bidang lain lagi dan seterusnya.

“Untuk dihari sabtu dia akan mempersiapkan diri, seperti ke sojol karena ada waktu dihari sabtu, itu kalau kita berbicara wisata kota, dengan IKN ini wisata kota ini sangat seksi,” kata Muhammad.  

Untuk program kedepan mantan Kadis Sosial ini akan melihat tiga hal yang harus dilakukan dalam menangani Pariwisata, yakni jangka pendek, menegah, dan panjang. Sekarang di Donggala ada 77 destinasi yang tersebar di 16 Kecamatan 158 Desa 9 Kelurahan, sejak di lantiknya saya di Dinas Pariwisata ini, saya sudah tetapkan dari 77 destinasi, saya hanya meminta 5 prioritas unggulan, karena kalau tidak seperti itu tidak tuntas.

“Lima prioritas itu yakni di wilayah Kecamatan banawa, banawa tengah, tanantovea, sindue raya, dan dampelas. Sebenarnya banyak wisata di Donggala ini, Cuma kita focus dulu kelima ini,” sebutnya. 

Menurut dia, pengembangan pariwisata ada hal penting juga yaitu dengan meningkatkan interprestasi terhadap suatu tempat atau destinasi pariwisata.

Muhammad pun berencana akan mengadakan festifal di bulan agustus Donggala fusentasi fans 2020. “Saya rencana tanggal 01 Agustus -18 Agustus 2022 full festival,” pungkasnya. (Syamsir)   

Lebih baru Lebih lama
Post ADS 1