PERANG SERTA BUPATI DONGGALA PENTING DALAM PEMBANGUNAN PELABUHAN DONGGALA



TransSulteng,Donggala-Pemerintah
 Daerah Kabupaten (Pemdakab) Donggala mengadakan Syukuran sekaligus pemasangan Plang sebagai tanda dimulainya Pelaksanaan Pembangunan Pelabuhan Donggala, Groundbreaking Proyek Civil 1 Reconstruction Of Donggala. Kegiatan tersebut diadakan di Anjungan Gonenggati Kecamatan Banawa Donggala, Senin (07/03/2022).

Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Teluk Palu Mursidi menyampaikan, tentunya ini adalah proses panjang dalam kita melakukan rehabilitasi Pelabuhan-Pelabuhan yang ada di Sulawesi Tengah (Sulteng) khususnya di wilayah Teluk Palu, dalam hal ini adalah salah satunya ialah Pelabuhan Donggala, yang mana cukup terdampak sekali pada saat terjadinya gempa bumi ditahun 2018 silam.

“Ini adalah satu bentuk atau upaya dari Pemerintah Kabupaten yang dimotori dari Bapak Bupati dalam rehabilitasi kegiatan-kegiatan dan infrastruktur yang ada di Pelabuhan khususnya di Pelabuhan Donggala. Mungkin nanti mudah-mudahan di bulan April sudah mulai juga pembangunan di Pelabuhan Wani dan Pelabuhan Pantaloan yang sedang berjalan,” ujarnya.

Dalam hal ini, bahwa KSOP Kelas II Teluk Palu adalah waktu dari Pemerintah Pusat dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub), dimana kami ditempatkan untuk bagi penyelenggara Pelabuhan yang memang saat ini posisinya adalah di Pelabuhan Pantaloan, namun demikian nantinya tentu kami di instansi Pemerintah di Perhubungan Laut KSOP Kelas II Teluk Palu.

“Pada memang namanya itu sekarang digabung, mohon ijin, bukan berarti mengecilkan satu nama atau wilayah, nanti itu ada namanya terminal-terminal, tapi Terminal Pelabuhan, karena tidak adalagi Pelabuhan Pantoloan, Donggala dan Wani, tapi Terminal Pelabuhan Donggala, Terminal Pelabuhan Wani, dan Terminal Pelabuhan Pantaloan yang dijadikan satu menjadi Pelabuhan Teluk Palu,” kata Mursidi pada saat sosialisasi di Anjungan Gonenggati di Kelurahan Kabongan Kecil Kecamatan Banawa Donggala, Senin (07/03/2022).

Dimana Tiga Pelabuhan ini adalah sebagai pintu gerbang dari Sulawesi Tengah nantinya, dan khususnya di Pelabuhan Donggala kami berharap ada kesinambungan sinergi antara Pemerintah Pusat dalam hal ini adalah Dirjen Perhubungan Laut dengan Pemerintah Daerah manakala nanti Pelabuhan ini sudah dibangun kami berharap peran serta peran aktif dari Pemerintah Daerah untuk mengembangkan Pelabuhan.

“Pelabuhan ini bukan milik Pelabuhan Pemerintah atau Dirjen Perhubungan Laut tapi milik Pemerintah Daerah, milik Kabupaten Donggala yang nantinya kita sama-sama jaga, kita sama-sama bangun, dan kita sama-sama mengaktifkan bersama, baik itu nanti komoniti kita kembangkan, komoniti apa yang ada di Pelabuhan sehingga kita bisa transfer, kita bisa ahlikan atau kita muat kirim ke daerah-daerah yang lain terutama telusuran bagi kita, bahwa kedepan kita menyambut dengan adanya Ibu Kota Negara (IKN), maka sebagai penyangga IKN itu salah satu terdekat adalah wilayah Sulteng, dan ini juga termasuk membangun Pelabuhan sama-sama mengaktifkan Pelabuhan ini hingga menjadi Pelabuhan yang Besar,” harapnya.

Mursidi pun juga menginginkan bahwa Pelabuhan Teluk Palu ini menjadi Pelabuhan Internasional terbesar, menjadi penyangga tidak hanya di wilayah-wilayah Indonesia tapi wilayah Dunia. Kami berharap hanya meminta saat pembangunan ini adalah dukungan, terutama nanti dari pengamanan pada saat pembangunan, karena terus terang keberhasilan teman-teman dari kontraktor membangun itu adalah untuk kita semua.

Ditambahkannya, peran serta dari masyarakat tentunya kita juga mengharapkan sehingga nanti masyarakat bisa terpangun dengan adanya Pelabuhan yang baru masyarakat bisa berkembang, tentunya kita juga daerah menginginkan Daerah Donggala mengikuti perkembangan yang ada.

Pintu kedepan di Kabupaten Donggala adalah Pelabuhan Donggala, dijelaskan bahwa kapal apasaja yang menyinggahi kita berusaha mengalihkan mungkin kapal-kapal kargo dan kapal penumpang nantinya kita akan mendiskusikan kegiatannya yang ada di Pelabuhan Donggala, sehingga masyarakat bisa berperan aktif tentunya.

“Kami berharap dukungan dari masyarakat, dukungan dari Pemerintah Daerah, dukungan dari aparat yang ada di Kabupaten Donggala pada saat melakukan pembangunan ini,” tuturnya.

“Pelabuhan ini tidak akan bisa berjalan atau tidak akan terpangun tanpa ada perang serta dari Bapak Bupati Donggala, dan ini adalah salah satu karya untuk bahwa transportasi kita terus berkembang, transportasi khususnya laut akan selalu dikembangkan selama Indonesia itu dihubungkan dengan laut, maka pengiriman barang naik turut penumpang masih banyak menggunakan transportasi laut, kami berharap semua bisa membantu,” pungkasnya. (Syamsir)

Lebih baru Lebih lama
Post ADS 1