20 SENIMAN DONGGALA IKUT KEGIATAN GSMS 2022



 Transsulteng-Donggala-sebanyak 20 seniman di Kabupaten Donggala mengikuti kegiatan Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) Tahun 2022. Kegiatan tersebut dilaksanakan selama 19 kali pertemuan (Mengajar) di sekolah.

“Kegiatan tersebut tidak semua sekolah, cuma hasil survey saja yang terpilih, Lima sekolah di tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Lima Sekolah Menengah Pertama (SMP). Setiap sekolah akan direkrut maksimal Sepuluh siswa untuk mengikuti pelatihan kesenian,” jelas Kepala Bidang (Kabid) Budaya Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Donggala Rosmawati belum lama ini.

Lanjut Rosmawati, Gerakan Seniman Masuk Sekolah ini merupakan program fasilitas sekolah dengan menghadirkan seniman untuk berperan sebagai guru seni budaya di sekolah dalam bentuk ekstrakurikuler.

“Program ini melibatkan seniman di bidang tari, seni suara, musik dan teater, dan ini sesuai pilihan dan bakat siswa di sekolah yang menjadi tempat kegiatan,” sebutnya.

Rosmawati menambahkan, setiap sekolah dibina dua seniman, masing-masing sebagai pelatih utama dan seorang asisten pelatih. Kegiatan GSMS ini berlangsung sejak bulan Mei di setiap sekolah sesuai juknis yang ada. Kegiatan tersebut berakhir serta akan ditampilkan pada bulan Agustus 2022 mendatang.

“Dari hasil pelatih tersebut kata Rosmawati, akan ditampilkan pada acara Festival Tenun Donggala 2022 ini,” terangnya.

Sementara Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Donggala H. Kasmudin, SS., MM menurutnya dengan adanya program ini, akan menumbuhkan minat dan bakat siswa sesuai bidangnya.

“Program tersebut dilaksanakan melalui Bidang Kebudayaan pada Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Donggala, dengan pendanaan dari Direktorat Kebudayaan Kementerian Pendidikan Kebudayaan dan Ristek Republik Indonesia (RI),” terang H. Kasmudin (Kadis).

H. Kasmudin menambahkan, bahwa dengan adanya program GSMS ini sangat kami syukuri, karena program tersebut merupakan kesempatan terbaik bagi seniman di Donggala memanfaatkan potensinya.

Demikian halnya bagi siswa berbakat nantinya bisa makin berkembang bakatnya, kelak akan lebih baik, harapnya. Menurut H. Kasmudin (Kadis Dikbud), apa yang ditampilkan selama kegiatan tersebut di sekolah mengacu pada program Nasional, sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, pungkasnya. (Syamsir)  

Lebih baru Lebih lama
Post ADS 1