Menyikapi Kekisruhan, Ini Pinta Ketua Umum PJID Nusantara


TransSulteng-Pekanbaru-- Menyikapi kekisruhan di tubuh Perkumpulan Jurnalis Indonesia Demokrasi Nusantara (PJID-Nusantara) di Provinsi Aceh, diminta untuk menahan diri dan untuk tidak saling memberitakan sesama tubuh organisasi yang sama, dan marilah kita memiliki budaya malu.Malu pada diri sendiri,malu pada orang lain,malu mempermasalah suatu masalah yang tidak jelas permasalahannya,dan malu pada permasalahan yang sudah jelas ada titik permasalahan sesungguhnya yang diputar balikkan, karena kita gagal paham dan gagal fokus dalam berorganisasi dan memahami organisasi.

Hal tersebut disampaikan Ismail Sarlata selaku Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PJID-Nusantara,kepada rekan-rekan pengurus PJID-Nusantara yang ada di seluruh Provinsi Aceh, via watsapp pribadinya. Sabtu (25/06/2022)

"Didalam sebuah organisasi baik organisasi kecil,maupun organisasi besar sekalipun.Jika seseorang maupun seorang anggota didalam sebuah organisasi sudah menyatakan secara terbuka atas pengunduran dirinya, tanpa ada paksaan dan pernyataan yang dilontarkan oleh dirinya sendiri.Maka secara otomatis hak seorang anggota sudah tidak ada ada lagi, dan hak untuk mendapatkan dukungan juga sudah tidak ada lagi,kenapa dihebohkan lagi dengan keputusan dan kebijakan yang telah diambil seorang Ketua ?." ucap dan tanya Ismail Sarlata kepada Pengurus 

Jika keputusan dan kebijakan yang diambil oleh seorang ketua, dan jika itu menimbulkan sebuah kerugian baik materi maupun non materi maka sampaikanlah secara elegan,yakni membuat surat kepada DPP dengan bukti-bukti autentik kerugian yang dimunculkan akan keputusan dan kebijakan yang diambil oleh seorang Ketua. Jika terbukti ada kerugian yang muncul akibat keputusan dan kebijakan yang diambil seorang ketua ada,maka keputusan dan kebijakan dapat batal. Namun jika tidak ada terbukti maka berhati-hatilah yang nantinya akan jatuh ke Fitnah yang dapat merugikan orang yang dituduhkan akan keputusan dan kebijakan yang diambilnya. beber Ismail Sarlata 

Saya mengajak teman-teman pengurus mari kita berfikiran positif dan membuka wawasan kita bersama secara terbuka. Dan tolong berikan jawaban, sesuai dengan bukti yang dimiliki seorang ketua dalam memiliki bukti ke dua link dibawah ini :

1.https://www.maliqnews.com/sekretaris-dpw-pjidn-aceh-nyatakan-mundur-dari-kepengurusan-pjidn-aceh/

2.https://liputangampongnews.id/berita/detail/spri-beri-mandat-kepada-chaidir-dan-isa-alima

Dari link kedua tersebut diatas, apa pantas kita memberikan dukungan lagi kepada seseorang yang sudah mengundurkan diri?, dan apa yang diributkan,keputusan yang telah diambil seorang ketua dengan bukti link tersebut diatas?. Diminta minta untuk tidak asal berstatmen,tanpa didukung dasar dan alasan yang jelas dan kuat.

Saya minta kepada teman-teman pengurus PJID Nusantara,tolong menahan diri.Dan jika ada indikasi atau dugaan seseorang atau sekelompok orang yang diduga berusaha melengserkan tampuk seorang Ketua Umum, maka saya tegaskan silahkan lakukan berdasarkan bukti yang ada.Jika tidak ada bukti yang kuat,kesalahan fatal yang dilakukan seorang Ketua Umum, maka saya nyatakan siap untuk menerima, karena organisasi memiliki aturan mainnya. ungkap Ismail Sarlata dengan tegas.

Kembali saya tegaskan PJID Nusantara adalah Organisasi Pers, organisasi untuk melindungi Profesi bukan organisasi saling menghujat dan menjatuhkan sesasama profesi.Dan saya tidak akan pernah menyatakan mengundurkan diri, sampai adanya hasil Musyawarah Luar Biasa (Munaslub) yang merupakan musyawarah tertinggi didala sebuah organisasi dan keputusan yang wajib untuk dijalani. Maka mari sama-sama kita menjunjung tinggi AD/ART..tutup Ismail Sarlata. 

Sumber : Ketua Umum DPP PJID Nusantara

Lebih baru Lebih lama
Post ADS 1