Tiga Desa Terancam Tak Bisa Garap Sawah,Pemda Diminta Perbaiki Jaringan Irigasi

Transsulteng - TOLITOLI - Petani di 3 Desa yaitu Desa Dungingis dan Desa Galumpang serta Desa Bajugan Kecamatan Dakopemen dan kecamatan Galang tahun ini terancam tak bisa mengolah lahan persawahan untuk bercocok tanam padi  selama Dua sampai Tiga musim kedepan, Pasalnya jaringan irigasi yang diharapkan petani sebagai sarana sentral pengairan yang melewati sawah mereka rusak berat akibat terpaan banjir beberapa bulan silam, ironisnya hingga saat ini belum mengalami tanda- tanda adanya perbaikan oleh Pemerintah Daerah melalui instansi teknisnya.

Salah satu warga masyarakat Bajugan mengatakan," Bahwa didusun ogomoinit desa Bajugan kecamatan galang bakalan tidak bisa bercocok tanam padi akibat diterjang banjir beberapa bulan silam," Jelasnya.

Sementara itu Muhammad Yamani pengurus Kelompok tani mekar Satu kepada media ini (Senin, 25-07/22) membenarkan," Saat ini dia bersama kelompok tani lain tentu tak ingin hal ini terus berlarut,sebab disamping merugikan petani juga bisa berdampak krisis pangan beberapa bulan kedepan akibat tak bisa bercocok tanam. dikatakan saat ini dia bersama kelompok tani lain sedang berusaha mencari solusi  agar sawah mereka tetap bisa terairi meski aliran air untuk sementara tak melewati jaringan irigasi.

Belum lama ini Kami dan sejumlah kelompok tani lain dan di hadiri aparat Desa serta Camat Dakopemen bermusyawarah dan bermufakat dan keputusannya adalah sistem patungan dengan memungut sejumlah uang dari petani untuk membeli lahan warga dengan harapan bisa membuat saluran air sementara, atas Dasar musyawarah tersebut maka pemilik lahan bersedia tanahnya dibebaskan asalkan petani bisa membayar biaya pembebasan lahan sebesar Rp.58 juta.Namun seiring berjalannya waktu lahan warga yang direncanakan akan dibeli oleh petani perlahan terhenti lantaran tidak cukup dananya untuk ganti rugi pembebasan lahan tidak cukup baru terkumpul Rp 15 juta, sementara sisanya belum bisa dipastikan kapan akan dicukupkan, sehingga pemilik lahan belum bersedia lokasinya di buatkan saluran air sepanjang 800 meter," Katanya.

Petani Di tiga Desa tersebut berharap,"  Agar pemerintah jangan hanya tinggal diam melihat persoalan yang dihadapi petani saat ini dan harus ada langkah cepat mengatasi hal tersebut sehingga aktifitas petani kembali normal berjalan seperti semula. 

Ia menjelaskan dalam waktu dekat Kelompok tani tersebut akan mendatangi Bupati dan wakil Bupati guna menyampaikan keluhan petani," Tutup pengurus kelompok tani mekar Satu Desa Dungingis.. WAHYU 

Lebih baru Lebih lama
Post ADS 1