Warga (kakek)Ini Butuh perhatian pemerintah Setempat


Transsulteng-kisah Juni Abbas seorang pria lansia yang berumur ratusan tahun tinggal di desa Binontoan kecamatan Tolitoli Utara Kabupaten Tolitoli, hidup sebatang kara, tidak punya suami dan anak saat ini membutuhkan uluran tangan dari pemerintah.

Dari penulusuran media ini, kakek Juni Abbas tinggal di rumah berukuran 3×4 Meter seorang diri, hidup bersama dengan belitan kemiskinan, membuat pria lansia (Juni Abbas) ini hanya dapat pasrah menjalani kehidupannya, karena sang istri dan anak sudah lama tiada dan kini ia pun tidak memiliki sanak saudara.

Hal ini di sampaikan langsung oleh kepala desa Binontoan kepada media dan setelah mendapatkan informasi warga lansia yang terlantar hidup sebatang kara, media ini bersama kepala desa langsung mendatangi dan mengunjungi keluarga Yang kurang mampu tersebut.

“Menurut cerita dari kepala desa Binontoan pria Tua (Lansia) yang sudah berumur ratusan tahun ini hidup sebatang kara di rumah kecil berukuran 3×4 dan sudah puluhan tahun bertahan hidup sendiri disana,” Ungkap kades

Lanjut kades, melihat kondisi Kakek Juni Abbas lansia tersebut, dirinya hanya pasrah saat melihat kondisi kehidupan serta rumah kakek Juni Abbas (Lansia) tempat bernaung dari teriknya panas matahari dan hujan yang perlahan-lahan menghancurkan rumah tersebut.

”Yaa, setelah mengetahui ini semua saya tidak bisa banyak berkata kata lagi dan hanya bisa terdiam membisu, apalagi  untuk biaya makan sehari-hari saja Juni Abbas (Lansia) ini hanya mengharapkan belas kasihan dari masyarakat sekitar,” kata kades, Senin (25/07/2022) siang.

Lebih lanjut kades menjelaskan, pria Lansia ini hanya makan dari pemberian para tetangga, selain itu dengan kondisi dan umur yang tidak memungkinkan lagi untuk bekerja, karena si Kakek (Lansia) tersebut sudah sangat tua sehingga hanya bisa terbaring di rumah berukuran 3×4 meter.

“Dengan melihat kondisi kakek Juni Abbas (lansia) yang fisik sangat memperihatinkan, saya sebagai pemerintah desa Binontoan mengharapkan bantuan dari para dermawan seperti pangan, sandang dan papan. Serta secepatnya mendapatkan bantuan dari pemerintah daerah, Provinsi dan Pusat,”Imbuhnya.

Kades menambahkan, kakek tua yang bernama Juni Abbas (Lansia) tidak memiliki tanda pengenal, seperti KTP dan KK sehingga menyebabkan kakek Juni Abbas tidak bisa di usulkan untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah desa, kabupaten dan provinsi bahkan pusat.

“Untuk saat ini, Juni Abbas Lansia berumur ratusan tahun tersebut belum pernah tersentuh bantuan apapun dari pemerintah, dan saya melalui media kali ini berharap bisa di dengar pemerintah kabupaten, Provinsi dan Pusat agar segera di berikan bantuan serta perhatian khusus kepada Lamsia Juni Abbas. Saya juga mewakili masyarakat dan pemerintah desa  mengucapkan terima kasih buat masyarakat Binontoan yang sudah mau merawat dan berbagi sedikit rezeki nya kepada kakek Juni Abbas,” Pungkasnya,Erwin

Lebih baru Lebih lama
Post ADS 1