Koperasi TKBM Baruna Tolitoli, Meminta Perhatian Kepada Pemda


TransSulteng-ToliToli- Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Baruna Kabupaten Tolitoli Sulawesi tengah saat ini mempekerjakan sedikitnya 200-250 tenaga kerja, namun  tenaga kerja saat ini yang telah teregistrasi baru di angka 200 orang, sementara sisanya akan diusahakan.

Ketua TKBM Baruna  Zulkhaidar ditemui diruanganya (Selasa, 13-09/2022) mengatakan," Mereka tenaga kerja itu sudah secara keseluruhan telah diikutsertakan sebagai peserta BPJS ketenagakerjaan agar kedepan bila terjadi kecelakaan dalam bekerja atau hal lain yang tak diinginkan,maka secara otomatis biaya pengobatan ditanggung oleh negara," Jelas Zulkhaidar.

Lanjutnya, Soal pelaksanaan kegiatan dilapangan,saat TKBM tidak bekerja sendiri melalui ikut menggandeng sejumlah mitra kerja yang telah lama menjalin kerjasama dari dulu hingga saat ini, partner kerja TKBM kata Zulkhaidar adalah  Perusahaan Daerah (PD BOM) dan PT Pelabuhan Indonesia ( Pelindo) wilayah IV Kabupaten Tolitoli.

Kami disini hanya menyediakan jasa tenaga kerja yang siap pakai,dan biasanya kalau ada kapal bermuatan barang masuk dan berlabuh di pelabuhan atau hendak berangkat,mitra kerja kami langsung memberi kabar akan permintaan kebutuhan tenaga kerja," Katanya.

Zulkhaidar menambahkan dari ratusan tenaga kerja itu dibagi dalam Dua Line,dimana line atau kelompok satu bekerja di dalam area pelabuhan Dede sementara line dua bekerja di luar area dan masih berdekatan dengan pelabuhan, selain Anggota Koperasi TKBM ada juga wadah lain yang menaungi para pekerja  baik itu bersifat perorangan atau kelompok,wadah itu bernama serikat pekerja transportasi Indonesia ( SPTI), namun keanggotaannya paling banyak berasal dari koperasi TKBM Baruna yang berkantor tak jauh dari pelabuhan Dedek.

  Adapun dari segi pendapatan koperasi TKBM itu sendiri bergantung sikon yang ada serta permintaan order dari pihak perusahaan Bongkar Muat.

Pendapatan kami sifatnya temporer,jika sering ada kapal yang muat barang masuk maka penghasilan tenaga kerja kami juga banyak,namun jika tidak ada tentunya penghasilan juga berkurang," Ungkapnya.

Dikatakan untuk saat ini syukur jika dalam setiap Minggu ada aktifitas bongkar muat di pelabuhan, namun seiring berjalannya waktu biasa dalam sebulan  aktifitas hanya sekali, sehingga beraplikasi  pada pendapatan pekerja pelabuhan.

Selain menjadi Ketua TKBM Baruna Tolitoli ,Zulkhaidar juga dipercayakan oleh asosiasi SPTI Kabupaten Tolitoli saat ini berharap kepada pemerintah daerah untuk tetap saling berkoordinasi dengan baik, pasalnya yang mengeluarkan peraturan atau regulasi  adalah pemerintah daerah,selain itu Pemda juga diminta untuk mencarika regulasi yang pas tentang upah ketenagakerjaan (upah minimum kerja (UMK), sehingga kedepan menjadi berimbang antara realisasi pekerjaan dan upah hasil dari pekerja," Tutup Zulkhaidar. WAHYU 

Lebih baru Lebih lama
Post ADS 1