Masyarakat Ogodeide dan Lampasio tuntut PT CMP untuk segera merealisasikan pembagian plasma.


Transsulteng-ToliToli - Ratusan Masyarakat mengatas namakan Aliansi Plasma Menggugat (APM) yang berasal dari kecamatan Ogodeide dan kecamatan Lampasio berunjuk rasa didepan kantor Bupati Tolitoli, (Rabu 21-09/2022) para pengunjuk rasa menyampaikan tuntutanya terkait belum di bayarkanya pembagian hasil (bagi hasil) sawit yang telah di sepakati antara Warga dengan pihak perusahaan PT. CITRA MULIA PERKASA (CMP) dengan kesepakatan 60 persen bagi perusahaan 40 untuk warga yang memiliki lahan plasma.

kami meminta pemerintah daerah untuk segera menyikapi dan memberi solusi terkait belum di bayarkan nya pemilik lahan sawit yang masuk dalam lokasi plasma oleh pihak perusahaan," Jelas Jasmin korlap aksi.

Setelah menyampaikan tuntutanya para pengunjuk rasa akhirnya di terima dan ber Audens langsung dengan bupati Tolitoli Amran H. Yahya di sebuah aula .

Dalam Audens yang berlangsung , Bupati Tolitoli Amran H.Yahya, pertama Tama menyampaikan ungkapan terimakasih nya kepada warga karena dalam aksi demonya berlangsung tertib

Saya berterima kasih kepada seluruh warga, karena dalam aksi demo dan menyampaian tuntutanya berlangsung aman dan tertib,

Sedang dalam tuntutan yang di sampaikan warga yang intinya Pemda segera memberi solusi terbaik terhadap pembayaran lahan bagi hasil terhadap perusahaan Sawit akan di segerakan dalam kurun waktu tidak lama.

Selaku Pemda akan berupaya memanggil pihak perusahaan sawit (CMP) dalam waktu dekat ini, untuk mencari solusi jika memang pihak CMP melakukan perjanjian bagi hasil seperti yang tertuang dalam perjanjian yang di sampaikan warga," Kata Bupati

Lanjut Bupati, Pemda akan berupaya mempertemukan kedua bela pihak dalam waktu dekat untuk mencari solusi terbaik

Kalau memang ada perjanjian seperti yang di sampaikan warga dengan pihak CMP, tentu saya akan mendorongnya untuk segera membayarkan hak-hak masyarakat," Jelas Amran.

Salah seorang warga dalam kesempatan menyampaikan," Perjanjian bagi hasil bagi pemilik lahan plasma itu terjadi dari tahun 2014 namun setelah pihak CMP mengambil hasil (Panen) dari perjanjian 60 /40 tidak pernah terealisasi.

Perjanjia antara warga dengan pihak CMP saat itu yang tertuang dalam akte notarisnya di antaranya bagi hasil tersebut , dan hal itu di buat sejak tahun 2014, Ujar Udin salah seorang pemilik lahan plasma .

Menurutnya permasalahan ini sudah pernah di sampaikan ke DPRD Tolitoli namun hingga kini tidak ada titik terang bagi warga.

Persoalan ini sudah pernah kami sampaikan ke DPRD namun belum menemui titik terang , dan kami sudah tidak percaya lagi kepada mereka ( DPR)," Ungkapnya sembari menyampaikan kekesalanya terhadap DPR.

Pantauan wartawan media ini, dalam Audens dihadiri  Kapolres Tolitoli Ridwan Raja Dewa Sik , Dandim 1305 Kabupaten Buol Tolitoli yang di wakili Kasi Intel, Badan pertanahan negara,(BPN) , Asisten 1 Anhar Dai Malawa , Kadis Perkebunan dan Camat..Irwan

Lebih baru Lebih lama
Post ADS 1