Pelatihan Kajian Kebutuhan, Penanggulangan Pasca Bencana


TransSulteng-ToliToli- Bupati Tolitoli Amran Hi. Yahya Membuka acara Pelatihan Kajian Kebutuhan Pasca Bencana, Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Tolitoli didampingi Kepala Badan BPBD Nuralam, ST dengan Narasumber Sekretaris Dinas BPBD Vidya Putra, S. STP di Aula Hotel Mitra Utama Tolitoli (Selasa, 13-09/2022).

Dalam laporan panitia pelaksana mengatakan tujuan dilaksanakannya kegiatan adalah untuk memberikan panduan bagi Pemerintah dalam melaksanakan pengkajian akibat dampak dan kebutuhan Pasca Bencana, memberikan informasi yang berdasarkan bukti yang akurat dalam penyusunan rencana rehabilitasi dan rekonstruksi Pasca Bencana, memberikan dukungan bagi program pengurangan bencana pada tahap Pasca Bencana dan Meningkatkan kapasitas kelembagaan masyarakat dalam pengelolaan sumber daya pemeliharaan bagi pengurangan risiko bencana. Peserta kegiatan yaitu sebanyak 30 orang terdiri dari kelompok masyarakat, anggota desa/kelurahan dan staf BPBD Kabupaten Tolitoli," Jelasnya. 

Bupati Tolitoli dalam sambutannya mengatakan," Kegiatan pelatihan ini merupakan langkah dan upaya strategis oleh BPBD Tolitoli untuk menghadirkan tim yang solid serta memiliki kompetensi dalam melakukan pengkajian terhadap akibat dampak perkiraan dan kebutuhan Pasca Bencana yang kemudian menjadi dasar untuk menetapkan kebijakan program dan kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi.

Perlu adanya kesadaran dan kepatuhan semua pihak terkait untuk benar-benar melaksanakan pedoman dimaksud yang dibuktikan dengan kecepatan dan ketepatan serta koordinasi juga sinergitas dalam bertindak, kesiapan logistik dan peralatan yang memadai juga menjadi perhatian  karena hal-hal ini lah yang sering kali menjadi kendala di lapangan dalam menanggulangi resiko akibat suatu bencana," Kata Bupati Tolitoli.

Lanjut Bupati," BPBD harus paling depan dalam menangani bencana akan tetapi semua harus mendukung, memang tidak mudah dalam menangani bencana sebab memerlukan biaya yang banyak akan tetapi lebih baik kita mengeluarkan biaya yang besar dalam tanggap bencana  dari pada waktu bencana kita belum siap.

Pemkab Tolitoli bersama masyarakat dan para stakeholder lainnya harus memiliki cara pandang dan kerangka berpikir yang sama khususnya dalam hal kesiapsiagaan serta pengurangan risiko bencana, kita perlu mengubah paradigma dari reaktif menjadi proaktif dari penanganan darurat menjadi pengurangan resiko dan dari urusan Pemerintahan menjadi urusan bersama. 

Kita perlu membentuk karakter masyarakat yang peduli dengan sesama  utamanya kepada korban bencana tanpa memandang Suku, Agama maupun Ras. Pemerintah tidak dapat melakukan penanggulangan  bencana sendiri  sehingga semua pihak penanggulangan bencana seperti masyarakat dan dunia usaha hendaknya bahu-membahu bersama Pemerintah merapatkan barisan dalam kegiatan penanggulangan bencana," Tutup Amran.Hi.Yahya.

Hadir Dalam Acara Tersebut Perwakilan Kodim 1305 B/T , Camat Baolan, Camat Lampasio, Camat Galang dan Seluruh peserta pelatihan..WAHYU

Lebih baru Lebih lama
Post ADS 1