Pidato Pengantar Nota Ke Uangan Bupati ,APBD-P2022 Berikut Penjelasan Fraksi Fraksi.


TransSulteng-Donggala- Pidato Pengantar Nota Keuangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD-P) Tahun Anggaran 2022 dalam amatan media ini dalam rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Donggala yang digelar diruang sidang utama, Kamis 15 September 2022, Fraksi Gerakan Indonesia Raya (F-Gerindra) yang juru bicara Erlansyah (Anggota DPRD) dalam Pandangan Umumnya menyampaikan, Berdasarkan rencana target Pendapatan Belanja Daerah (PBD) yang disampaikan Bupati Donggala serta komposisi rancangan APBD-P 2022 baik berupa angka-angka pada pendapatan maupun belanja, serta rancangan arah kebijakan F-Gerindra menyatakan menerima untuk dibahas oleh Banggar dan TAPD Kabupaten Donggala.

Adapun catatan atau masukan yang disampaikan oleh F-Gerindra yaitu “pertama langkah-langkah apasaja yang diupayakan untuk penurunan angka kemiskinan dan angka stunting di Kabupaten Donggala. Percepatan pembangunan untuk penuntasan wilayah tertinggal, wilayah tertinggal Kecamatan mana saja yang masih tertinggal di Kabupaten Donggala dan strategi penuntasanya. Peningkatan kunjungan wisata disarankan perlu di dukung dengan daya tarik wisata di tempat wisata, baik wisata desa begitupun dengan desa wisata, termasuk promosi sapta pesona. Pemantapan persiapan Kabupaten Donggala sebagai kawasan penyangga pangan nusantara (Food Estate), wilayah atau Kecamatan dimana saja yang akan dibangun Food Estate diwilayah Kabupaten Donggala,” sebutnya.

F-Gerindra juga memberi masukan agar Pemerintah memperkuat infrastruktur untuk mendukung pengembangan ekonomi dan meningkatkan ketahanan bencana.

“Dimana pada akhir tahun 2022 ini cuaca  ekstrim, hujan, longsor, dan banjir melanda beberapa wilayah sehingga ada beberapa saran/prasarana jalan, jembatan dan irigasi terancam rusak, mohon tanggapannya,” demikian penjelasan F-Gerindra.

Sementara pandangan umum Fraksi Partai Golongan Karya (F-Golkar) menyampaikan, setelah mempelajari dan mencermati Pidato Pengantar Nota Keuangan Perubahan APBD 2022, F-Golkar sampaikan beberapa pertanyaan dan memintakan penjelasan sebagai berikut : Pertama dari segi Belanja Daerah pada APBD-P  2022 diketahui jumlah belanja hanya sebesar Rp. 1.185 Trilyun rupiah.

“Jelaskan kondisi tersebut, terlihat bahwa tren kenaikan belanja tidak diimbangi dengan kenaikan jumlah target pendapatan,” ujar F-Golkar yang juru bicaranya disampaikan oleh Subhi, S. Pd (Anggota DPRD) dalam paripurna yang digelar diruang sidang utama.

Kedua dari segi belanja diketahui bahwa terdapat peningkatan sebesar Rp. 145 Milyar rupiah dari APBD-P 2022. Sehingga anggaran perubahan belanja menjadi Rp. 1.330 Trilyun.

“Jelaskan dari sejenis belanja apa yang mengalami kenaikan kenaikan signifikan dan sejauh mana peningkatan belanja tersebut memberikan kontribusi terhadap kemakmuran masyarakat Kabupaten Donggala khususnya dalam pemulihan perekonomian Kabupaten Donggala pasca pandemic covid-19,” tuturnya.

Ketiga dari segi pendapatan diketahui bahwa, pada tahun 2021, jumlah Pendapatan Daerah yang tercapai mencapai Rp. 1.247 Trilyun rupiah, sedangkan pada APBD-P 2022 diketahui target pendapatan hanya sebesar Rp. 1.241 Trilyun.

“Jelaskan kondisi tersebut, apa yang menjadi pertimbangan dan kendala yang dihadapi sehingga target pendapatan pada tahun 2022 lebih rendah dibandingkan pendapatan yang mampu dicapai di tahun 2022,” tuturnya lagi.

Keempat, F-Golkar pun menyebutkan dalam Nota Keuangan beberapa hal yang menjadi target dalam APBD-P 2022 diantaranya adalah, penurunan angka kemiskinan, pemulihan ekonomi pasca covid-19, perbaikan kesehatan masyarakat donggala, percepatan pembangunan, dan peningkatan perekonomian Kabupaten Donggala dari beberapa aspek.

“Program kerja dan jumlah anggaran yang akan digunakan untuk mendukung masing-masing ketercapaian target dari tujuan penyusunan Perubahan APBD tahun anggaran 2022 yang telah disebutkan sebelumnya,” paparnya.

F-Golkar pun menuturkan selama ini Kabupaten Donggala telah melakukan beberapa program kerja untuk mengembangkan perekonomian di Kabupaten Donggala, akan tetapi belum ada indicator yang menggambarkan secara gamblang  keberhasilan dari program kerja tersebut apakah telah mampu mencapai target yang diinginkan.

“Karena pada dasarnya penggunaan anggaran bukanlah hanya sekedar melihat keterserapan anggaran, jauh dari pada itu kita harus melihat bagaimana anggaran tersebut dapat terserap dan berkontribusi terhadap kemajuan perekonomian dan kemakmuran masyarakat Kabupaten Donggala. Perlu dipertimbangkan untuk membuat indicator dari keberhasilan program kerja, sehingga kita bisa melihat sejauh mana program kerja tersebut berkontribusi terhadap pencapaian tujuan Kabupaten Donggala,” terangnya.  

Menurut sebuah kajian akademis Kabupaten Donggala memiliki kondisi perekonomian yang sedikit unik, dimana jumlah pengangguran di Kabupaten Donggala mengalami penurunan, akan tetapi angka kemiskinan di Kabupaten Donggala terus mengalami kenaikan.

“Perlu dikaji lebih jauh mengenai kondisi ini dan mencari solusi untuk mengatasi hal tersebut, mengingat angka kemiskinan yang tinggi di Kabupaten Donggala berarti mengambarkan bahwa masih banyak masyarakat di Kabupaten Donggala yang jauh dari kata sejahtera,” demikian yang disampaikan F-Golkar dalam sidang paripurna tersebut.

Laporan atau masukan-masukan dari Pandangan Umum Frkasi-Fraksi Anggota DPRD Kabupaten Donggala yang disampaikan dalam paripurna persidangan ketiga 2022 terkait hal tersebut, Pemda Donggala akan mempelajari pendapat maupun penjelasan Terhadap Pengantar Nota Keuangan APBD-P tahun anggaran 2022 ini. (Syamsir)

Lebih baru Lebih lama
Post ADS 1