TransSulteng-Palu, Senin (4/5/2026) – Momentum penguatan layanan kesehatan di Sulawesi Tengah ditandai dengan pelantikan dr. Jumriani sebagai Direktur Utama RSUD Undata Palu yang baru.
Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny Lamadjido, bertempat di Aula RSUD Undata, Kota Palu. Dengan kepemimpinan baru ini, diharapkan sinergi antara kebijakan Pemprov Sulteng dan eksekusi di lapangan berjalan lebih lincah, terutama dalam optimalisasi layanan kepada masyarakat.
Usai pelantikan, Wagub Reny menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga kontinuitas pelayanan publik di sektor kesehatan. Ia memastikan seluruh layanan poliklinik di RSUD Undata Palu tetap beroperasi normal pada hari Sabtu. Penegasan ini menjawab dinamika publik yang sempat khawatir atas informasi penghentian layanan poli di hari Sabtu.
Kekhawatiran tersebut muncul pasca terbitnya Surat Edaran Gubernur Sulteng Nomor 07 Tahun 2026 tentang Transformasi Budaya Kerja Aparatur Sipil Negara. Menanggapi hal itu, dr. Reny mengklarifikasi bahwa rumah sakit merupakan objek vital yang dikecualikan dari skema kerja tertentu. “Tidak mungkin layanan kesehatan dihentikan hanya karena penyesuaian budaya kerja ASN.
Berdasarkan instruksi Gubernur Anwar Hafid, mulai Sabtu ini pelayanan tetap berjalan. Para dokter telah menyepakati pengaturan sistem shift agar tidak ada kekosongan layanan,” tegasnya.
Meskipun SE tersebut memperkenalkan pola Work From Home pada hari Jumat bagi ASN tertentu untuk mendorong digitalisasi dan efisiensi energi. Namun, unit layanan dasar seperti rumah sakit wajib menjalankan Work From Office secara penuh guna menjamin kualitas pelayanan medis tidak terdegradasi.
Di samping penguatan manajemen internal, Pemprov Sulteng juga memaparkan capaian program unggulan “Berani Sehat”. Hingga Mei 2026, program yang mempermudah akses layanan kesehatan tanpa hambatan biaya dan birokrasi ini telah dimanfaatkan 173.714 warga Sulteng. Kabupaten Sigi mencatat 31.756 pemanfaat, sementara Kota Palu berada di posisi kedua dengan 29.964 orang. Tingginya angka di Kota Palu menandakan besarnya kepercayaan masyarakat terhadap RSUD Undata sebagai fasilitas rujukan.
Wagub Reny menambahkan, digitalisasi yang didorong Pemprov di rumah sakit bertujuan mempercepat proses pendaftaran dan administrasi, bukan mengurangi durasi operasional tatap muka antara dokter dan pasien. Optimalisasi jam kerja di hari Sabtu diharapkan mampu mendongkrak capaian program Berani Sehat lebih tinggi lagi, sekaligus memastikan tidak ada warga yang terhambat mendapatkan hak kesehatan mereka.













