TRANS SULTENG -  Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Pangi, BKSDA, Haruna, SP, M.Sc mengaku sangat prihatin terkait peristiwa yang menimpa korban penggigitan buaya di muara sungai Palu yang sempat viral di medsos.

Menurutnya, sudah sejak lama pihak BKSDA menghawatirkan soal hal ini. Sehingga pihaknya selalu melakukan himbauan dengan melakukan pemasangan-pemasangan papan himbauan.

"Kami dari pihak BKSDA sangat prihatin dengan kejadian yang menimpa sodara Sunarji Aris Tasmuri, dan kalau untuk tanggapan kami dari pihak BKSDA sebenarnya sudah lama kami mengkhawatirkan hal ini terjadi. Sejak dua tahun yang lalu bahkan sampai saat ini kami melakukan upaya pencegahan kepada masyarakat agar selalu berhati hati. Kami telah memasang papan himbauan di sekitar pinggir pantai,"ujarnya.

Selain itu juga dari pihak BKSDA telah memberi pengarahan kepada masyarakat yang tinggal di pinggir sungai dan pinggir pantai untuk tidak mendekati buaya serta lebih berhati hati saat melakukan aktivitas di seputaran daerah tersebut.

Kemudian Haruna mengatakan saat ini tindakan yang dilakukan oleh pihak BKSDA adalah melakukan tindakan penyadartahuan kepada seluruh masyarakat. Bahwa di lokasi tersebut terdapat buaya yang di lindungi oleh undang-undang. 

Ia mengatakan saat ini buaya-buaya di lokasi tersebut lebih agresif dari sebelum sebelumnya, hal ini di akibatkan oleh habitatnya yang mulai terganggu kemudian pantai talise dan sekitarnya di lakukan pemasangan tanggul sehingga tempat untuk para buaya berjemur dan mencari makan terhalang oleh tanggul dan yang terakhir adalah karena kejahilan dari masyarakat yang melempari buaya ketika ada buaya yang muncul di permukaan.

Kemudian Haruna berharap agar kiranya hal semacam ini tidak terjadi lagi kepada siapapun. Dan meminta kepada seluruh masyarakat untuk lebih meningkatkan kewaspadaan saat melakukan aktifitasnya di sekitaran lokasi yang memang sering terjadi penampakan kemunculan buaya.

"Harapan saya agar tidak ada lagi korban yang di gigit oleh buaya. Dan harus extra berhati hati serta tidak mendekati buaya-buaya seperti yang ada di media sosial karena buaya itu merupakan satwa liar yang sangat buas dan berbahaya,"pungkasnya.

Reporter: IDY

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama