TRANS SULTENG - Morut- Dari enam Desa dipegunungan satu diantaranya Desa Lijo, Kecamatan Mamosalato, Kabupaten Morowali Utara, sungguh luar biasa dalam mengelolah anggaran dana desa tahun anggaran 2020 dengan nilai Rp 49.000.000 namun menghasilkan lokasi percetakan persawahan yg melebihi anggaran tersebut.


Kepada awak Media ini Warga Desa Lijo, membeberkan terkait pengolahan percetakan sawa yang pagu anggarannya Rp 49.000.000 namun mampu dikelolah sampai - sampai menghasilkan percetakan sawa kurang lebih 40 hektar,"bebernya.


Adapun pelaksanaanya dibantuh dengan Swadaya masyarakat, agar mampu menghasilkan, melebih dari nilai pagu anggaran yang ada, guna untuk meningkatkan tingkat kesejatraan masyarakat dibidang pertanian," ungkapnya.


Lanjut, Kepala Desa menegaskan bantuan pemerintah yang melalui dana desa ini dengan pagu anggaran Rp 49.000.000 ini guna merangsang semangat kerja masyarakat untuk bertani dalam bidang persawahan, guna peningkatan produksi bahan pangan sendiri berupa beras, semoga kedepannya kami akan mengkonsumsi hasil panen sendiri,"harap Kepala Desa.


Lebih lanjut, karena selama ini masyarakat medapatkan sembako, diantaranya beras semua di belih dari wilayahan Pandauke dan Baturube yang jarak tempuhnya cukup jauh dan harus melalui beberapa sungai, pegunungan dan jalan yang berbatu-batu ," terangnya.


Melanjutkan,,Harapan Kepala Desa dan masyarakat dari enam desa dipegunungan ini terkhusus Desa Lijo agar pemerintah mau membuka mata melihat keadaan wilayah desa yang ada dipegunungan ini guna pertumbuhan ekonomi masyarakat, karna enam Desa terisolir ini cukup banyak sumber daya alam yg bisa di kelolah kembangkan, namun kendala terbesarnya adalah jalan penghubung yang masih sulit di tempuh apalagi kalau musim penghujan,"ungkapnya.


Lanjut, saat ini percetakan sawah yang dikerjakan suda siap tanam dan dibeberapa bulan mendatang kami akan menikmati hasil panen sendiri," pungkasnya.



Lp/Sub Roby A Nasir

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama