TRANS SULTENG - Bangkep,Diduga telah terjadi pemotongan anggaran kesehatan pada puskesmas lumbi-lumbia kecamatan buko selatan yang berpariasi persennya dari pembayaran hononorarium staf berupa dana PAD, BOK, BPJS, JKN/KAPITASI, LOKMIN, dan masih adalagi anggaran-anggaran lain yang tidak direalisasikan berupa anggaran ATK dan anggaran covid-19 mulai dari tahun anggaran 2017 sampai dengan 2020, dari hasil laporan masyarakat lansung kepada LSM NURANI KERAKYATAN yang tidak mau disebutkan namanya dalam media ini mengatakan "pemotongan honorarium staf yang ada pada puskesmas itu dilakukan oleh kapala puskesmas (kapus) lama bapak PITER dan kapus baru Ibu MASLIN BAMBARI, SKM dengan berpariasi persennya ada yang 2%, 3%, 27%, dan sampai 30% dan khusus anggaran ATK 2017 tidak dibelanjakan dan khusus anggaran covid-19 ditahun 2020 tidak direalisasikan oleh kapus baru lansung kepada staf sementara anggaran covid-19 dari dinas sudah diterima oleh kapus baru" tuturnya, olehnya itu harapan atas aduan masyarakat yang ada dikecamatan buko selatan meminta "kepada kepala puskesmas se-kabupaten banggai kepulauan khususnya kapus lumbi-lumbia dan sekaligus dinas kesehatan kabupaten untuk supaya dapat segera membayarkan honorarium mereka yang telah dirampas karena itu adalah hak-hak mereka untuk membiayai keluarga mereka apalagi dengan kondisi sekarang mereka berkontak aktif lansung dengan penyakit covid-19 ini yang mengandung ancaman bahaya bagi mereka dan keluarga" tambahnya maka dengan ini pihak LSM NURANI KERAKYATAN juga telah mengkonfirmasi lansung kepada pihak dinas yang diterima lansung oleh kepala dinas kesehatan bapak dr. JAMES H.D PINONTIUAN (21/1/2021) diruangannya beliau mengatakan siap untuk mengundang kapus lama dan kapus baru tetapi hasil tindak lanjut kepala dinas kesehatan melalui via seluler (WA) 30/1/2021 beliau mengatakan bahwa jawaban kapus baru (Ibu Maslin) sama dengan keterangan dari hasil konfirmasi lansung pihak lsm kepada Ibu maslin yaitu bahwa "saya dilantik 25/11/2019 menjadi kepala PKM Dan saya tidak pernah adakan pemangkasan anggaran sampai sekarang dan saya siap untuk pertanggung jawabkan. dengan ini pihak LSM merasa ada keganjilan didalam subtansi keterangan dilapangan yang notabenenya pihak honorarium staf puskesmas lumbia-lumbi-lumbia merasa dirugikan menghampiri capaian ratusan juta rupiah maka pihak LSM merencanakan akan menaikan permasyalahan tersebut kejalur hukum dalam waktu dekat untuk mendapatkan supramasi hukum untuk menjawab kepuasan pihak-pihak terkait. (Roby/Dula)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama